SERANG — Harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Banten tercatat mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (30/6/2026) sore. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang anjlok hingga 2,62 persen. Kondisi ini memberikan sedikit ruang lega bagi ibu rumah tangga di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi.
Dari 16 komoditas yang dipantau, empat di antaranya mencatatkan harga lebih murah dibandingkan hari sebelumnya. Cabai rawit merah menjadi yang paling tajam koreksinya, turun Rp 1.458 per kilogram menjadi Rp 54.167 per kg. Harga cabai merah besar juga ikut melandai 0,94 persen ke level Rp 43.750 per kg.
Bawang merah turun 1,46 persen menjadi Rp 42.292 per kg, sementara telur ayam ras terkoreksi 1,19 persen menjadi Rp 24.208 per kg. Penurunan harga telur ini biasanya langsung disambut lega oleh pelaku usaha kuliner skala kecil dan menengah di Banten.
Di tengah tren penurunan, satu komoditas justru bergerak sebaliknya. Minyak goreng sawit kemasan premium tercatat naik Rp 42 atau 0,19 persen menjadi Rp 21.750 per liter. Kenaikan ini terbilang tipis namun tetap perlu diwaspadai karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok harian.
Adapun komoditas lain seperti daging sapi paha belakang, daging ayam ras, cabai merah keriting, bawang putih honan, dan beras premium terpantau stabil. Beras medium masih bertahan di angka Rp 13.266 per kg, sementara Minyakita dijual Rp 15.700 per liter.
Pemantauan harga ini dilakukan pada pukul 14.05 WIB. Data resmi bersumber dari SP2KP Kemendag yang menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi pangan di pasar tradisional maupun ritel modern di Banten.