Polres Tangerang Kota Buru Tiga Pelaku Pembacokan Pedagang Buah di Ciledug, Berawal dari Pemerasan Rp 10 Ribu

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 16:28:01 WIB
Polres Tangerang Kota memburu tiga pelaku pembacokan pedagang buah di Ciledug.

TANGERANG — Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota masih mengejar tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan terhadap pedagang buah di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug. Ketiga buronan itu adalah ZI alias Udin, Fajar, dan Angki.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit mengatakan, penyidik terus mengembangkan kasus ini. "Penyidik masih memburu sejumlah terduga pelaku lain di antaranya ZI alias Udin, Fajar, dan Angki yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut," kata Parikhesit di Tangerang, Jumat.

Kronologi: Dari Permintaan Uang Jatah hingga Bacokan

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Awalnya, seorang pria berinisial ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang semangka dan melon. Ia meminta uang sebesar Rp 10 ribu per hari dari para pedagang.

"Permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Setelah itu yang bersangkutan pergi, namun tidak lama kemudian kembali sambil membawa senjata tajam dan juga mengajak beberapa rekannya," ujar Parikhesit.

Pelaku datang bersama sekitar enam orang dan menantang para pedagang. Karena kalah jumlah saat bentrokan pertama, kelompok tersebut kembali lagi dengan membawa sekitar sepuluh orang lainnya yang juga membawa senjata tajam. "Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi keributan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bacok," jelasnya.

Korban dan Barang Bukti yang Diamankan

Akibat penyerangan itu, tiga pedagang buah menderita luka serius di beberapa bagian tubuh. Dua orang dari kelompok penyerang juga turut menjadi korban dan menjalani perawatan medis.

Tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek bergerak cepat melakukan penyelidikan usai menerima laporan. Dari hasil pemeriksaan saksi dan pengembangan di lapangan, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku.

Salah satunya berinisial MSS alias Bule, yang diduga ikut melakukan pembacokan terhadap korban. Polisi juga mengamankan Panji alias Qbenk, yang diduga berperan membantu membawa salah seorang pelaku ke rumah sakit setelah kejadian.

Dalam penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Sementara di lokasi lain ditemukan sandal yang terdapat bercak darah. Polisi juga mengamankan satu bilah golok yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti.

"Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat," ujar Parikhesit.

Imbauan Kapolres: Jangan Main Hakim Sendiri

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Apabila mengalami tindakan premanisme, pemerasan, atau tindak pidana lainnya, segera laporkan kepada kepolisian melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat," kata Jauhari.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi dan mempercayakan penanganan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum. "Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Jauhari.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top