5 Pasar Tradisional Legendaris di Banten yang Masih Jadi Jantung Ekonomi Warga

Penulis: Fauzan Arifin  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:03:31 WIB
Pasar Rau Serang menjadi pusat grosir dan kuliner legendaris dengan lebih dari 1.500 pedagang.

Banten punya sejarah panjang sebagai jalur perdagangan. Jejak itu masih terasa di pasar-pasar tradisionalnya yang ramai sejak subuh. Bagi warga lokal, pasar-pasar ini adalah andalan untuk kebutuhan harian. Bagi perantau atau wisatawan, ini adalah jendela untuk melihat sisi autentik Banten yang jarang terekspos di media sosial.

Lima pasar berikut saya pilih berdasarkan umur operasional, volume pedagang, dan daya tarik kulinernya. Bukan sekadar daftar, tapi panduan lapangan yang bisa langsung dipakai.

1. Pasar Rau, Serang – Pusat Grosir dan Kuliner Legendaris Sejak 1970-an

Pasar Rau di Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, sudah beroperasi sejak awal 1970-an. Pasar ini menjadi pusat grosir sembako, pakaian, dan elektronik untuk wilayah Serang dan sekitarnya. Luasnya mencapai 2 hektar dengan lebih dari 1.500 pedagang.

Di lantai dasar, Anda bisa menemukan lapak-lapak sayur mayur dan bumbu dapur dengan harga 20-30 persen lebih miring dibanding supermarket. Untuk kuliner, coba sate bandeng khas Serang di bagian utara pasar—satu porsi Rp 25.000-Rp 35.000. Jam buka mulai pukul 04.00 hingga 17.00 WIB, tapi puncak keramaian terjadi antara pukul 06.00-09.00. Parkir motor Rp 3.000, mobil Rp 5.000.

2. Pasar Lama Tangerang – Perpaduan Tionghoa-Betawi yang Hidup 24 Jam

Terletak di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Pasar Lama Tangerang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Pasar ini terkenal sebagai pusat kuliner malam yang buka hingga pukul 02.00 dini hari. Lebih dari 200 pedagang kaki lima berjejer di sepanjang jalan utama.

Menu andalan di sini adalah laksa Tangerang (Rp 20.000-Rp 30.000) dan soto betawi (Rp 25.000). Untuk oleh-oleh, ada kue cucur dan kue bandung yang dijual sejak pagi. Pada akhir pekan, pengunjung bisa mencapai 5.000 orang per hari. Akses dari Stasiun Tangerang hanya 10 menit jalan kaki. Parkir agak terbatas—saran saya parkir di area Stasiun Tangerang lalu jalan kaki.

3. Pasar Induk Cilegon – Surga Ikan Segar dan Bumbu Dapur

Pasar Induk Cilegon di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Ciwaduk, merupakan pusat distribusi ikan tangkap dari Pelabuhan Merak dan Labuan. Setiap hari, sekitar 10 ton ikan segar masuk ke pasar ini sebelum didistribusikan ke Jakarta dan Bandung.

Harga ikan kembung segar di sini Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram, lebih murah 40 persen dibanding pasar di Jakarta. Untuk bumbu dapur, ada cabai rawit merah Rp 40.000/kg dan bawang merah Rp 25.000/kg. Jam operasional dimulai pukul 03.00 dini hari—datanglah sebelum pukul 07.00 untuk mendapatkan stok terbaik. Pasar ini juga menjual terasi udang khas Labuan yang dibungkus daun pisang, satu bungkus Rp 15.000.

4. Pasar Anyar, Pandeglang – Pusat Kerajinan Batik Baduy dan Kopi Lokal

Pasar Anyar di Jalan Raya Pandeglang-Labuan, Kelurahan Kadumerak, menjadi pintu masuk utama bagi hasil bumi dari pedalaman Pandeglang. Pasar ini terkenal dengan batik Baduy asli yang dijual mulai Rp 150.000 per lembar. Ada pula kopi robusta lokal yang dijual dalam kemasan 250 gram seharga Rp 35.000.

Setiap hari Rabu dan Sabtu, pasar ini menggelar pasar kaget dengan tambahan 100 pedagang musiman. Untuk sarapan, coba nasi liwet khas Pandeglang dengan lauk ikan asin jambal—satu porsi Rp 15.000. Pasar buka dari pukul 05.00 hingga 16.00 WIB. Parkir cukup luas, motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000.

5. Pasar Tanah Tinggi, Tangerang – Pasar Loak dan Barang Antik Terbesar di Banten

Pasar Tanah Tinggi di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, sudah beroperasi sejak 1980-an. Pasar ini dikenal sebagai surga barang loak—mulai dari pakaian bekas impor, sepatu, hingga barang antik seperti radio jadul dan piringan hitam.

Harga pakaian bekas mulai Rp 5.000 per potong untuk partai besar. Untuk sepatu branded bekas, banderolnya Rp 50.000-Rp 150.000 tergantung kondisi. Pasar buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi puncak keramaian di hari Minggu. Hati-hati dengan barang palsu—cek jahitan dan label sebelum membayar. Parkir motor Rp 3.000, mobil Rp 7.000.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pasar-pasar ini buka setiap hari?
Ya, kelima pasar buka setiap hari. Pasar Lama Tangerang dan Pasar Induk Cilegon memiliki jam operasional paling panjang hingga dini hari.

Berapa kisaran harga parkir di pasar tradisional Banten?
Parkir motor berkisar Rp 2.000-Rp 3.000, mobil Rp 5.000-Rp 7.000. Pasar Lama Tangerang lebih mahal karena terbatasnya lahan.

Pasar mana yang paling ramai untuk wisata kuliner?
Pasar Lama Tangerang paling ramai untuk kuliner malam. Pasar Rau Serang juga ramai untuk sarapan pagi dengan sate bandeng dan laksa.

Apakah bisa belanja grosir di pasar-pasar ini?
Bisa. Pasar Rau dan Pasar Induk Cilegon melayani pembelian grosir dengan diskon khusus untuk pembelian di atas 10 kilogram.

Bagaimana cara ke pasar-pasar ini dari Jakarta?
Dari Jakarta, akses paling mudah ke Pasar Lama Tangerang via Kereta Commuter Line turun di Stasiun Tangerang. Untuk Pasar Rau Serang, naik bus dari Terminal Kalideres jurusan Serang.

Lima pasar ini membuktikan bahwa belanja di pasar tradisional bukan cuma soal harga murah, tapi juga soal pengalaman—menawar, mencium aroma rempah, dan ngobrol langsung dengan pedagang yang sudah puluhan tahun menjalani profesi ini. Jika Anda ke Banten, sisihkan waktu setidaknya satu jam untuk mampir ke salah satunya. Anda akan pulang dengan lebih dari sekadar belanjaan.

Reporter: Fauzan Arifin
Back to top