Warga Tangerang Diminta Tak Beraktivitas di Radius 1,7 Km dari TPA Jatiwaringin, Udara Tercemar Akibat Kebakaran Sampah

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49:31 WIB
Asap pekat menyelimuti kawasan TPA Jatiwaringin akibat kebakaran sampah.

TANGERANG — Langit di sekitar TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, diselimuti asap pekat. Kebakaran yang melanda gunungan sampah itu melepaskan polutan berbahaya ke permukiman warga. Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menegaskan bahwa situasi sangat bergantung pada arah angin.

“Yang benar-benar harus dihindari itu radius 1,7 kilometer. Namun, situasi di lapangan ini juga sangat bergantung pada arah angin,” kata Diaz di Tangerang, Sabtu.

Pemerintah daerah telah bergerak cepat. Bupati Tangerang, menurut Diaz, berkomitmen mengevakuasi warga yang berada di zona bahaya, khususnya di bagian barat yang meliputi Kecamatan Rajeg dan Mauk. Langkah ini mengikuti pola evakuasi yang dinilai sukses di wilayah timur sebelumnya.

Polusi Lebih Parah dari Karhutla

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup KLH, Rasio Ridho Sani, mengungkapkan data stasiun pemantauan kualitas udara. Nilai PM2.5 mencapai 1.000, sementara PM10 menyentuh angka 750—jauh melampaui baku mutu ideal masing-masing 55 dan 75.

“Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya,” ujar Rasio.

Ia menambahkan, polusi dari kebakaran TPA ini lebih parah dibandingkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) biasa. Sebab, timbunan sampah mengandung biomassa, gas metana, dan plastik yang menghasilkan senyawa beracun saat terbakar.

Dua Lokasi Pengungsian Siap Tampung Warga

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan dua lokasi pengungsian dengan fasilitas penunjang. Pasokan air bersih dan makanan sudah tersedia di kedua titik tersebut.

“Mereka kalau bisa memang jangan berada di daerah situ, harus memakai masker. Tetapi kalau misalnya pun mereka tidak, saya sudah katakan kepada Pak Bupati, ini harus diantisipasi lebih jauh, karena ini banyak permukiman,” kata Diaz.

Bagi warga yang terpaksa masih berada di sekitar lokasi, imbauan paling mendesak adalah menggunakan alat pelindung diri, terutama masker. KLH juga mengingatkan agar warga tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, terutama saat angin bertiup ke arah permukiman padat penduduk.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top