BANTEN — ASUS kembali menyegarkan lini laptop premiumnya dengan merilis Zenbook A14 (UX3407) edisi 2026. Pembaruan utama ada pada sektor dapur pacu yang kini menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon X2 Elite (X2E-88-100), membawa peningkatan performa yang cukup terasa dibanding pendahulunya yang dirilis setahun lalu.
Kesan pertama saat membuka kotak Zenbook A14 adalah bobotnya yang luar biasa ringan. Dengan klaim 0,99 kg, laptop ini jauh lebih ringan dari MacBook Air M5 13 inci yang berbobot 2,7 lbs (sekitar 1,22 kg). ASUS masih menggunakan lapisan Ceraluminum (keramik-aluminium) pada bodi berwarna Zabriskie Beige yang terasa kokoh meski tutup layarnya tipis.
Layar OLED 14 inci-nya memang hanya 60 Hz, tapi akurasi warnanya tergolong sangat baik. Hasil uji colorimeter menunjukkan cakupan 100% sRGB dan P3, serta 94% Adobe RGB. Kecerahan maksimal layar penuh mencapai 407 nits, dengan klaim puncak 600 nits di area tertentu. Ini membuatnya cocok untuk pekerjaan kreatif yang membutuhkan presisi warna.
Untuk konektivitas, port yang tersedia meliputi dua USB-C USB4, satu HDMI 2.1, satu jack audio 3,5 mm, dan satu USB-A 3.2 Gen 2. Keyboard dengan travel 1,3 mm terasa cukup nyaman, ditambah trackpad kaca yang responsif.
Prosesor Snapdragon X2 Elite menjadi bintang utama di sini. Dalam pengujian Geekbench 6 yang mengukur performa CPU jangka pendek, Zenbook A14 (2026) mampu melampaui skor Apple M5 di MacBook Pro 14 inci. Chip ini juga unggul tipis dari Lenovo Yoga Slim 7x yang menggunakan SoC yang sama, dan jauh meninggalkan generasi Zenbook A14 2025 dengan Snapdragon X1 generasi pertama.
Pada uji ketahanan Cinebench 2024, peningkatan performa antar-generasi masih terlihat jelas. Laptop ini bahkan mampu mengimbangi prosesor Intel Panther Lake di Surface Laptop 8 for Business dan ROG Flow Z13 yang berorientasi gaming.
Sayangnya, daya tahan baterai tidak semoncer klaim ASUS yang menyebut "lebih dari 33 jam pemutaran video 1080p". Dalam pengujian PCMark 10, Zenbook A14 bertahan selama 23 jam 38 menit. Sementara itu, laporan baterai Windows setelah pemakaian normal selama sepekan memperkirakan daya tahan sekitar 17 jam.
ASUS membanderol Zenbook A14 (UX3407) di toko resminya seharga USD 1.999,99 (sekitar Rp 33 juta) untuk varian 32 GB/1 TB. Namun, harga yang lebih ramah kantong bisa didapatkan di Best Buy, Amerika Serikat:
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dan harga untuk pasar Indonesia.
Meski performa prosesornya impresif, ada beberapa hal yang perlu dicatat. Pertama, speaker yang dihasilkan kurang bertenaga di sektor bass dibandingkan saudaranya yang lebih besar, Zenbook A16. Kedua, ASUS masih menyertakan aplikasi bawaan (bloatware) seperti iklan Adobe dan Dropbox yang tertempel di Start Menu, meski bisa dihapus dengan mudah.
Webcam internalnya tergolong standar dan boros baterai saat dipakai untuk video conference. Fitur keamanan seperti Windows Hello via IR sensor dan Human Presence Detection (HPD) yang bisa meredupkan layar saat pengguna tidak melihat, bekerja dengan responsif.
Zenbook A14 (2026) adalah pilihan tepat bagi profesional yang memprioritaskan mobilitas ekstrem dan performa CPU tinggi dalam genggaman. Peningkatan prosesor ke Snapdragon X2 Elite memberikan lompatan kecepatan yang nyata, terutama dibandingkan pendahulunya.
Namun, kenaikan harga yang cukup signifikan—hampir USD 200 lebih mahal dari generasi sebelumnya—menjadi pertimbangan utama. Untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan tenaga mentah prosesor terbaru, varian Zenbook A14 lawas atau bahkan Zenbook A16 yang lebih besar dengan harga lebih rendah bisa menjadi alternatif yang lebih rasional. Jika tidak terburu-buru, menunggu periode diskon adalah langkah paling bijak.