Muswil II IPK Banten Hasilkan Kepengurusan Baru 2026-2030, Fokus Perluas Layanan Kesehatan Jiwa hingga ke Puskesmas

Penulis: Jauhari Lubis  •  Senin, 06 Juli 2026 | 16:56:01 WIB
Muswil II IPK Banten resmi memilih kepengurusan baru periode 2026-2030.

TANGERANG — Sebanyak 40 peserta hadir langsung dan ratusan anggota lainnya mengikuti secara daring dalam Muswil II IPK Banten yang berlangsung akhir pekan lalu. Organisasi profesi ini menargetkan regenerasi kepengurusan tidak sekadar seremonial, melainkan mampu menjawab lonjakan kebutuhan layanan kesehatan mental masyarakat.

Regenerasi untuk Perluas Akses Layanan

Ketua IPK Indonesia Wilayah Banten, Sake Pramawisakti, menyebut muswil kali ini merupakan yang kedua sejak organisasi resmi berdiri pada 2017. Ia menegaskan regenerasi bukan hanya soal pergantian personel, melainkan strategi memperkuat kapasitas organisasi.

“Agenda utamanya adalah regenerasi kepengurusan untuk periode 2026 hingga 2030. Ini upaya agar organisasi semakin siap menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan mental di masyarakat,” kata Sake saat dikonfirmasi.

Tema ‘Pahami Dirimu, Peluk Erat Jiwamu’ dan Maskot Badak Arka Safanta

Muswil mengusung tema “Pahami Dirimu, Peluk Erat Jiwamu” sebagai kampanye kesadaran publik terhadap kesehatan jiwa. Maskot badak bernama Arka Safanta turut diperkenalkan, melambangkan ketenangan dan harapan.

“Harapannya, masyarakat semakin memahami pentingnya kesehatan jiwa. Kami ingin menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan melalui pelayanan psikolog klinis yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Sake.

Psikolog klinis, menurut Sake, tidak hanya menangani gangguan mental seperti kecemasan dan depresi, tetapi juga aktif melakukan edukasi dan pencegahan. “Kami melakukan promosi kesehatan, pencegahan, pengobatan, hingga rehabilitasi melalui kerja sama dengan instansi pemerintah,” imbuhnya.

Pemprov Banten Dorong Layanan Jiwa Masuk Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menekankan muswil tidak boleh berhenti pada pemilihan pengurus. Ia mendorong agar forum ini menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini harus menjadi momentum mengevaluasi program kesehatan jiwa agar benar-benar membumi dan memperkuat pelayanan kesehatan di Provinsi Banten,” tegas Ati.

Pemprov Banten saat ini tengah menyusun rencana kebutuhan tenaga psikolog klinis agar distribusinya merata. Targetnya, layanan psikologi tidak hanya tersedia di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas di seluruh kabupaten dan kota.

“Ke depan kami ingin seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terintegrasi dengan layanan kesehatan jiwa. Karena itu kami sedang menyusun rencana kebutuhan tenaga psikolog klinis,” ujarnya.

291 Psikolog Klinis Tersebar, Terbanyak di Tangerang Raya

Saat ini, IPK Wilayah Banten mencatatkan 291 anggota psikolog klinis yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Namun, konsentrasi tertinggi masih berada di wilayah Tangerang Raya. Melalui Muswil II ini, kepengurusan baru diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan jiwa hingga ke daerah yang selama ini minim tenaga psikolog.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: lensabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top