TANGERANG — Ratusan rumah di kawasan TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini dalam pengawasan ketat aparat. Pasalnya, puluhan kepala keluarga memilih mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka sejak kebakaran melanda area pembuangan akhir pada Selasa (30/6) lalu.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyebutkan, saat ini ada 192 orang yang mengungsi. Tempat tidur dan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian telah disiapkan oleh petugas gabungan.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada mengatakan, patroli dilakukan secara rayon dengan melibatkan personel dari sejumlah Polsek. Selain bertugas di area kebakaran, petugas juga disiagakan di posko pengungsian dan melakukan patroli keliling rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya.
"Pengawasan dilakukan terutama pada malam hari, ketika sebagian besar warga memilih mengungsi karena asap kebakaran semakin pekat akibat arah embusan angin," ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Tangerang, Rabu.
Untuk membatasi akses masyarakat ke lokasi kebakaran, polisi mendirikan tujuh titik penyekatan di sekitar TPA. Hanya petugas yang terlibat dalam operasi pemadaman, seperti personel pemadam kebakaran, Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, tenaga medis, dan instansi terkait yang diperbolehkan melintas.
Kombes Pol Indra Waspada menambahkan, pihaknya mengerahkan sekitar 25 personel Sat Samapta setiap hari untuk melakukan penyisiran di area kebakaran. Mereka menggunakan motor trail yang telah disiapkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses kendaraan biasa.
"Jadi selain melakukan tugas di area kebakaran, petugas Polri juga melaksanakan tugas yang berada di pos pengungsian, termasuk juga melaksanakan giat patroli rumah-rumah yang ditinggalkan tadi," ungkap Kapolresta Tangerang.
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6) dan hingga kini masih dalam proses penanganan. Operasi pemadaman melibatkan petugas gabungan dengan dukungan alat berat, helikopter water bombing, hingga personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan.
Polda Banten mengimbau warga yang mengungsi untuk tetap tenang dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rumah mereka. Patroli akan terus ditingkatkan hingga situasi benar-benar pulih dan warga dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing.