TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong lahirnya wirausaha perempuan yang mandiri dan produktif. Wakil Wali Kota Maryono Hasan menegaskan bahwa dinamika dunia usaha saat ini tidak bisa dihadapi hanya dengan modal besar, melainkan dengan kemampuan membaca peluang dan memanfaatkan teknologi.
Maryono menilai perubahan di sektor industri dan perdagangan berlangsung sangat cepat. Ia meminta para pelaku usaha untuk tidak berhenti meningkatkan kompetensi diri.
"Perubahan terjadi begitu cepat. Karena itu, kita tidak boleh berhenti belajar. Terus tingkatkan kompetensi, manfaatkan teknologi dan ciptakan inovasi agar usaha terus berkembang dan mampu bersaing," kata Maryono.
Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan peserta pelatihan yang mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga. Menurutnya, usia bukanlah penghalang untuk memulai sesuatu yang baru.
Pemerintah kota menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Maryono menjelaskan, ketika seorang perempuan mampu mandiri secara ekonomi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
"Ketika perempuan tumbuh, keluarga menjadi lebih kuat. Ketika usahanya berkembang, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Dan ketika semakin banyak perempuan yang berdaya, pembangunan daerah pun akan semakin maju," ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Tangerang. Oleh karena itu, program pelatihan seperti ini akan terus digalakkan.
Kegiatan yang digelar di Gedung Nyi Mas Melati itu tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis. Maryono berharap para peserta juga pulang dengan kepercayaan diri yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan mengambil peluang baru.
"Semoga dari pelatihan ini lahir semakin banyak perempuan Kota Tangerang yang mampu bersinar melalui karya, menginspirasi sesama, memperkuat ketahanan keluarga dan menjadi bagian dari kemajuan Kota Tangerang," pungkas Maryono.