Wuling Aira EV Siap Meluncur di Indonesia, Bukan Gantikan Air EV Tapi Buka Segmen Baru City Car 4 Pintu

Penulis: Hendra Setiawan  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 16:09:31 WIB
Wuling Aira EV hadir sebagai city car listrik 4 pintu dengan kabin lebih lapang di Indonesia.

BANTEN — Wuling Motors Indonesia memastikan kehadiran model baru di segmen mobil listrik perkotaan. Bukan sekadar penyegaran, Aira EV yang merupakan versi terbaru dari Hongguang Mini EV asal China ini akan mengisi celah pasar yang selama ini belum tersentuh Air EV. Keduanya akan dijual berdampingan, bukan saling menggantikan.

Dimensi Bongsor, Kabin Aira EV Janjikan Ruang Kaki Lebih Lapang

Perbedaan paling mendasar terletak pada ukuran. Aira EV memiliki panjang 3.268 mm dengan jarak sumbu roda 2.190 mm. Angka ini lebih panjang 29 cm dan wheelbase-nya lebih panjang 18 cm dibanding Air EV yang hanya 2.974 mm.

Dampaknya langsung terasa di kabin. Wheelbase yang lebih panjang biasanya berbanding lurus dengan ruang kaki penumpang belakang yang lebih lega. Namun, konsekuensinya, Aira EV tidak selincah Air EV saat bermanuver di gang sempit atau parkir seret.

Spesifikasi Baterai dan Jarak Tempuh Hampir Identik

Kedua mobil sama-sama mengandalkan baterai LFP yang dikenal awet dan minim perawatan. Aira EV ditawarkan dalam dua pilihan: baterai 16,2 kWh untuk jarak 205 km (CLTC) dan 25,1 kWh untuk 301 km (CLTC). Air EV memiliki kapasitas sedikit berbeda, yakni 17,3 kWh (200 km) dan 26,7 kWh (300 km).

Selisih daya jelajah yang tipis membuat keduanya sama-sama andal untuk kebutuhan harian seperti pulang-pergi kantor atau belanja tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan.

Mesin Sama, Tapi Waktu Cas Aira EV Jauh Lebih Cepat

Baik Aira EV maupun Air EV dibekali motor listrik 30 kW dengan penggerak roda belakang. Performa akselerasi di perkotaan diperkirakan tidak akan berbeda jauh. Keunggulan Aira EV justru ada di sistem pengisian daya.

Untuk varian baterai kecil, Aira EV hanya butuh 4,8 jam via AC charging, sementara baterai besarnya 7,2 jam. Bandingkan dengan Air EV yang membutuhkan waktu hingga 8,5 jam. Selisih waktu ini menjadi nilai tambah signifikan bagi pengguna yang rutin mengisi daya di rumah setiap malam.

Ban Lebih Besar, Stabilitas Aira EV Diyakini Lebih Baik

Keduanya sama-sama menggunakan suspensi depan MacPherson. Namun Aira EV menggunakan ban 155/70 R13, lebih lebar dari Air EV yang memakai 145/70 R12. Ban yang lebih besar biasanya memberikan rasa lebih mantap saat melintasi jalan bergelombang dan meningkatkan stabilitas di kecepatan tinggi.

Fitur Modern dengan Perbedaan di Setiap Varian

Aira EV menawarkan mode berkendara Eco, Standard, dan Sport, rem parkir elektronik di varian tertentu, serta fitur penjadwalan pengisian baterai via aplikasi. Sementara Air EV varian Pro 300 sudah dibekali Vehicle Stability Control (VSC) dan airbag penumpang.

Filosofi keduanya sama: semakin tinggi varian, semakin lengkap fitur keselamatan dan kenyamanan. Keputusan akhir kembali ke kebutuhan. Jika prioritas Anda adalah ruang kabin lega dan waktu cas cepat, Aira EV layak ditunggu. Namun jika mobilitas harian lebih banyak di jalan macet dan lahan parkir terbatas, Air EV tetap menjadi pilihan yang sulit ditandingi.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top