Kampung Kota Keranggan di Tangsel Seluas 23 Hektare Ditata Jadi Kawasan Tematik, Target Rampung Desember 2026

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 19:14:56 WIB
Pemerintah Tangsel targetkan penataan Kampung Kota Keranggan rampung Desember 2026.

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan pembangunan infrastruktur dasar di Kampung Kota Keranggan, Kecamatan Setu, rampung pada Desember 2026. Kawasan seluas 23 hektare yang mencakup lima RW dan 12 RT itu akan ditata menjadi kawasan tematik berbasis potensi warga.

Infrastruktur Apa Saja yang Dibangun?

Proyek penataan ini mencakup pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block, drainase U-Ditch sepanjang sekitar 4 kilometer, hingga pemasangan dinding penahan tanah (DPT) di titik-titik rawan. Selain itu, pemerintah juga akan membangun pagar pengaman, gapura, dan penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan kawasan tersebut masuk kategori Rural Urban Undeveloped Area — zona transisi yang masih didominasi lahan terbuka dan belum tersentuh pembangunan.

Konsep Kawasan: UMKM hingga Bank Sampah

Setelah infrastruktur dasar rampung, kawasan ini akan dikembangkan sesuai usulan warga. Konsep yang disiapkan meliputi pengembangan UMKM, urban farming, dan bank sampah.

"Nanti pengembangannya dapat diwujudkan melalui konsep UMKM, urban farming, bank sampah, maupun potensi lainnya sesuai usulan warga," kata Pilar di Tangerang, Jumat.

Mengapa Kawasan Ini Butuh Penataan?

Pemerintah menilai Kampung Kota Keranggan membutuhkan sentuhan pembangunan agar kualitas lingkungan dan hunian warga setara dengan kawasan permukiman lain. Selama ini, wilayah tersebut berada dalam transisi antara desa dan kota dengan infrastruktur yang terbatas.

"Kawasan kampung kota ini membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur. Dengan penataan ini kami berharap kualitas lingkungan dan hunian masyarakat menjadi lebih baik, lebih rapi, dan lebih tertata," ujar Pilar.

Pengawasan Ketat untuk Kualitas Proyek

Pilar meminta dinas terkait mengawasi pelaksanaan proyek secara ketat, baik dari sisi waktu maupun kualitas. Apalagi penataan kali ini difokuskan pada jalan-jalan lingkungan yang berada di dalam permukiman warga.

"Namun yang paling penting saat ini adalah menyelesaikan terlebih dahulu infrastruktur dasarnya. Setelah itu, kawasan ini bisa terus dikembangkan sesuai potensi masyarakat," pungkasnya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top