TANGERANG — Operasi pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Setelah 13 hari bertugas, petugas gabungan kini berkonsentrasi penuh pada pembasahan dan pendinginan tumpukan sampah untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
"Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan. Tujuannya agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali," ujar Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi, Minggu (12/7/2026).
Keputusan menghentikan operasi udara diambil setelah hasil pemantauan drone thermal pada malam sebelumnya menunjukkan kondisi TPA sudah aman. Riswandi menegaskan tidak ada lagi hotspot yang terdeteksi di area seluas puluhan hektare tersebut.
"Berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin. Karena itu hari ini kami sudah tidak lagi melakukan operasi water bombing," ucapnya.
Sebelumnya, operasi pemadaman sempat diperkuat dengan tambahan dua armada helikopter water bombing, sehingga total empat helikopter dikerahkan. Armada tersebut bekerja sama dengan petugas darat yang menerapkan metode injeksi untuk menjangkau api di bawah timbunan sampah menggunakan alat berat dan mobil pemadam kebakaran.
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Suharyono, menilai penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah.
"Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen. Mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang, sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat dan berhasil," ucapnya.
Suharyono menambahkan personel Manggala Agni yang telah bertugas selama delapan hari di lokasi seluruhnya dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, seluruh hotspot telah dinyatakan bersih.
"Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai," kata dia.
Meski seluruh titik api telah padam, petugas tetap waspada terhadap potensi api muncul kembali. Panas yang masih tersimpan di dalam timbunan sampah menjadi ancaman tersembunyi yang harus diantisipasi.
Oleh karena itu, proses pembasahan dan pendinginan akan terus dilakukan secara intensif. Petugas gabungan dari BPBD, BNPB, KLH, dan Kemenhut masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada celah bagi api untuk menyala kembali. Metode injeksi ke dalam tumpukan sampah tetap dijalankan sebagai langkah preventif.