Iddo/Leo Juara U15 Jaya Raya Junior International GP 2026, Kalahkan Unggulan Kedua Thailand di Tangerang Selatan

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 18:32:31 WIB
Iddo dan Leo sukses juara U15 Jaya Raya Junior International GP 2026 di Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN — Pasangan ganda putra Indonesia, Muhamad Kenzie Iddo Kurniawan dan Leo Kenzie Putra Pratama, sukses merebut gelar juara turnamen U15 Jaya Raya Junior International GP 2026. Di partai final, mereka menaklukkan unggulan kedua asal Thailand, Nopporn Chaipar/Rabchai Vongvai, dengan dua gim langsung 21-17, 21-16.

Pertandingan digelar di GOR Jaya Raya Training Center, Tangerang Selatan, pada Minggu (12/7/2026). Berdasarkan data dari laman resmi BWF, laga tersebut hanya berlangsung selama 27 menit.

Sempat Panik di Gim Pertama, Instruksi Pelatih Jadi Kunci

Iddo mengakui bahwa pada gim pertama dirinya dan Leo sempat bermain panik. Menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan berstatus unggulan kedua, tekanan terasa cukup besar.

“Di game pertama kami lumayan masih panik mainnya, karena lawan juga merupakan unggulan ke-2 jadi sudah lebih berpengalaman. Pelatih memberikan instruksi untuk bermain lebih yakin,” ujar atlet berusia 14 tahun kelahiran Sampit tersebut.

Godaan Zona Nyaman di Gim Kedua Berhasil Dilewati

Di gim kedua, tantangan berbeda muncul. Leo mengaku sempat terlena dengan ritme permainan yang sudah dikuasai. Hal itu membuat mereka sempat tertinggal angka dari pasangan Thailand.

“Di game kedua sempat terbawa zona nyaman dan tertinggal jadi kami mencoba untuk menaikkan lagi level permainannya,” kata pemuda kelahiran Ketapang itu.

Leo menambahkan, kebahagiaan menjadi juara kali ini terasa istimewa karena diraih setelah menjalani persiapan yang cukup panjang. “Senang bisa jadi juara karena persiapan kami lumayan lama juga,” ucapnya.

Target ke Depan: Konsistensi Permainan di Level Internasional

Iddo juga membeberkan perbedaan signifikan antara pertandingan nasional dan internasional. Menurutnya, lawan di level internasional lebih sulit ditebak karena minimnya pertemuan sebelumnya.

“Perbedaan pertandingan nasional dan internasional ada di lawan. Kalau di nasional lebih sering bertemu dan kalau internasional lebih sulit karena harus mencari tahu lebih banyak pola main yang pas kalau bertemu lawannya,” pungkas Iddo.

Ke depan, target utama Iddo dan Leo adalah meningkatkan konsistensi permainan agar bisa bersaing di turnamen-turnamen internasional selanjutnya.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top