Lima Desa di Kecamatan Angsana, Pandeglang, Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, BPBDPK Kirim Bantuan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:08:01 WIB
Petugas BPBDPK Pandeglang menurunkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Senin (13/7/2026).

PANDEGLANG — Musim kemarau tahun 2026 membuat debit sumur warga di lima desa di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, menyusut drastis. Sumber mata air di sejumlah titik mulai mengering, memicu krisis air bersih yang mendesak untuk segera ditangani.

Kelima desa terdampak adalah Desa Cipinang, Kadubadak, Padaherang, Angsana, dan Keramatmanik. Berdasarkan data dari Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten, dua desa di antaranya, yakni Cipinang dan Kadubadak, sudah berada dalam kondisi kekeringan parah.

Bantuan Air Bersih Tiba Tengah Malam

Ketua Forum KSB Banten Beni Madsira mengatakan, pengiriman air bersih dilakukan langsung oleh Kasi Kedaruratan BPBDPK Pandeglang, Rian. Bantuan itu merupakan pengiriman ketiga kalinya ke wilayah tersebut.

“Pengiriman air langsung oleh Kasi Kedaruratan BPBDPK Rian. Ini (kemarin malam) merupakan mobil ketiga bantuan air bersih,” kata Beni, Senin (13/7/2026).

Pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan kepala desa setempat kepada BPBDPK Pandeglang. Warga Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang, menjadi penerima bantuan pada tahap ini.

Bupati dan Wakil Bupati Diminta Respons Cepat

Beni menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang atas respons cepat mereka. Menurutnya, keluhan warga langsung ditindaklanjuti dengan pengiriman air bersih ke lokasi yang membutuhkan.

“Ucapan terima kasih kepada Ibu Bupati, Wakil Bupati, Kalak BPBD, atas respon cepatnya ketika masyarakat mengeluh langsung mengirimkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena kemarau membuat banyak wilayah mengalami krisis air bersih,” ujarnya.

Prediksi Puncak Kemarau: Agustus–September 2026

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di wilayah Pandeglang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Artinya, tekanan terhadap ketersediaan air bersih masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Ketua Forum KSB Banten menambahkan, secara umum Kecamatan Angsana memiliki tujuh desa yang setiap musim kemarau rawan kekeringan. Ketujuh desa itu adalah Karangsari, Padamulya, Cipinang, Kadubadak, Padaherang, Angsana, dan Keramatmanik. Dari jumlah tersebut, dua desa kini menjadi prioritas penanganan.

“Namun yang sekarang paling urgen dan sudah kekeringan parah dua desa yakni Desa Cipinang dan Desa Kadubadak,” kata Beni.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top