SERANG — Puluhan siswa SDN Pabuaran di Kelurahan Pabuaran, Kota Serang, mendapat pelajaran langsung tentang cara memilah sampah dari mahasiswa Universitas Primagraha. Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) 14 itu tidak hanya berupa teori, tetapi juga simulasi praktik dan penyediaan tempat sampah khusus hasil daur ulang.
Perwakilan KKM 14, Virgiawansach, mengatakan keprihatinan terhadap masalah sampah di lingkungan sekolah dan permukiman menjadi pemicu utama program ini. Para mahasiswa kemudian merancang solusi sederhana dengan mengolah limbah kemasan air mineral menjadi wadah pemilahan yang lebih fungsional.
"Tempat sampah ini kami buat dari limbah plastik bekas kemasan air mineral yang didesain menggunakan jaring berukuran lebih tinggi. Inovasi sederhana ini mempermudah proses pemilahan sekaligus mampu menampung volume sampah lebih banyak," ujar Virgiawansach di Serang, Jumat.
Dengan adanya sarana tersebut, para siswa tidak hanya diajak memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga langsung mempraktikkan kebiasaan membuang sampah sesuai jenisnya. Harapannya, perilaku ini terbawa hingga ke rumah masing-masing.
Guru SDN Pabuaran, Ahmad Syafei, mengakui selama ini kesadaran siswa untuk memisahkan sampah masih rendah. Kondisi itu kerap mempersulit proses pengelolaan sampah di sekolah.
"Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi dan bantuan sarana tempat sampah ini. Kami berharap anak-anak bisa membiasakan diri membuang sampah sesuai jenisnya hingga menjadi budaya sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah," tutur Ahmad.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Rich, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilainya sebagai langkah nyata membantu pemerintah daerah. Menurutnya, edukasi pemilahan sampah sejak bangku sekolah dasar sangat penting untuk membentuk generasi yang peduli lingkungan.
"Jika anak-anak sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dini, budaya bersih ini akan terbawa hingga ke rumah. Ini langkah nyata yang sangat membantu menyukseskan program Serang Bersih," katanya.
Melalui program ini, para mahasiswa berharap siswa SDN Pabuaran tidak hanya mengubah kebiasaan pribadi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan positif kepada keluarga dan lingkungan sekitar.