CILEGON — Manajemen PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Banten melalui kunjungan langsung ke salah satu infrastruktur vitalnya. Kegiatan Management Walkthrough (MWT) di Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem dipimpin langsung oleh Direktur Niaga Erwin Suryadi pada Kamis (16/7).
Dalam kunjungan tersebut, Erwin bersama jajaran meninjau area operasional FT Tanjung Gerem, Orbit Terminal Merak (OTM), dan Tanjung Sekong. Fokus utama peninjauan adalah kesiapan fasilitas jetty, tangki penyimpanan, serta penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lapangan.
FT Tanjung Gerem merupakan salah satu terminal bahan bakar utama yang memasok kebutuhan energi bagi masyarakat Banten dan sekitarnya. Terminal ini menjadi simpul distribusi yang melayani 162 SPBU di wilayah Jawa Bagian Barat.
“Management Walkthrough menjadi sarana untuk memastikan implementasi operasional berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat koordinasi dan budaya keselamatan di seluruh lini operasi Fuel Terminal Tanjung Gerem agar layanan energi kepada masyarakat Banten tetap terjaga dengan optimal,” ujar Erwin Suryadi dalam keterangan resminya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan kondisi operasional oleh jajaran manajemen Regional Jawa Bagian Barat (JBB) yang dipimpin Group Head Operation Taufan Enggar Surya. Diskusi membahas implementasi aspek HSSE dan kesiapan infrastruktur dalam mendukung penyaluran energi.
Setelah sesi diskusi, rombongan langsung turun ke lapangan. Peninjauan ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi peluang peningkatan kinerja operasional secara langsung, bukan hanya berdasarkan laporan tertulis.
“Melalui Management Walkthrough ini, kami dapat mengevaluasi kondisi operasional secara langsung, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta memastikan seluruh aspek keselamatan, keandalan fasilitas, dan pelayanan kepada pelanggan di wilayah Jawa Bagian Barat terus menjadi prioritas,” jelas Taufan Enggar Surya.
PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB menegaskan komitmennya untuk memperkuat keandalan operasional. Langkah ini mencakup kesiapan infrastruktur, implementasi ketat standar keselamatan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dengan pengawasan langsung dari jajaran direksi, perusahaan optimistis distribusi energi di Banten dan sekitarnya dapat berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan. Hal ini penting mengingat FT Tanjung Gerem merupakan salah satu titik krusial dalam rantai pasok BBM di kawasan industri dan padat penduduk tersebut.