TANGERANG — Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, mengatakan kunjungan tersebut akan memperlihatkan langsung berbagai inovasi pelayanan yang telah diterapkan. Mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa, hingga tindakan karantina berbasis ilmiah.
"Badan Karantina Indonesia terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan karantina agar semakin responsif, modern, dan mampu menjawab tantangan global," kata Shahandra dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Ia memastikan setiap proses karantina berjalan cepat, akurat, dan transparan. Hal ini dinilai penting tidak hanya untuk melindungi sumber daya hayati nasional, tetapi juga mendukung kelancaran perdagangan dan meningkatkan kepercayaan mitra internasional.
Data Karantina Banten menunjukkan tingginya aktivitas pelayanan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pada sektor karantina hewan, diterbitkan 1.875 sertifikat impor dan 2.873 sertifikat ekspor. Sementara itu, karantina ikan mencatat 19.603 sertifikat ekspor, dan karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar dengan 23.725 sertifikat.
Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten mencatat 15.135 pengujian selama periode yang sama. Rinciannya, 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 karantina ikan, 3.924 karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan. Hasil pengujian ini menjadi dasar pengambilan keputusan tindakan karantina terhadap setiap komoditas yang keluar masuk Indonesia.
Instalasi Karantina Hewan (IKH) Bandara Soekarno-Hatta selama semester pertama 2026 menangani pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, enam ekor kuda, dan delapan ekor reptil. Seluruh hewan menjalani observasi kesehatan, isolasi, hingga penerapan biosekuriti berlapis guna mencegah penyebaran penyakit.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari M.H., mengatakan seluruh fasilitas telah dipersiapkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan tindakan karantina di pintu masuk negara. Dalam kunjungan nanti, Komisi IV DPR RI dijadwalkan meninjau langsung IKH dan Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten.
"Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia," ujar Duma.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi peningkatan kualitas pelayanan yang dilakukan Badan Karantina Indonesia. Menurutnya, Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu pintu gerbang utama perdagangan internasional membutuhkan sistem karantina yang semakin kuat.
"Karantina merupakan benteng pertama negara dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Kami melihat pelayanan sudah berjalan dengan baik, namun penguatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya perlu terus didorong," kata Abdul Kharis.
Shahandra menambahkan, penguatan sektor karantina membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi kebijakan, anggaran, pengembangan teknologi, maupun peningkatan sarana dan prasarana. Hal ini penting mengingat meningkatnya arus perdagangan internasional juga diikuti ancaman penyebaran hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan.