TANGERANG — Aktivitas ekspor melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan geliat tinggi. Selain 2.873 sertifikat ekspor, Karantina Banten juga menerbitkan 1.875 sertifikat impor, 4.527 sertifikat domestik masuk, dan 6.112 sertifikat domestik keluar pada periode yang sama.
Duma mengatakan capaian itu menjadi gambaran nyata kesiapan unit pelayanan di bandara tersibuk Indonesia tersebut. "Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia," ujarnya di Tangerang, Jumat.
Data periode Januari–Juni 2026 mencatat karantina ikan menjadi sektor dengan aktivitas ekspor tertinggi, mencapai 19.603 sertifikat. Sementara itu, karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar dengan 23.725 sertifikat.
"Data tersebut menunjukkan bahwa Karantina Banten tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan," kata Duma.
Instalasi Karantina Hewan (IKH) Banten mencatat pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, enam ekor kuda, dan delapan ekor reptil selama enam bulan pertama 2026. Di fasilitas ini, setiap hewan menjalani observasi kesehatan, isolasi, pengasingan, perlakuan khusus, serta penerapan sistem biosekuriti berlapis.
Pengendalian akses, desinfeksi berkala, dan pemisahan zona bersih dengan zona risiko menjadi protokol ketat untuk mencegah kontaminasi silang. Langkah ini penting mengingat Bandara Soekarno-Hatta menjadi pintu masuk utama berbagai spesies hewan dari luar negeri.
Laboratorium Karantina Banten menjalankan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, dan 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan. Total 15.135 pengujian dilakukan untuk mendukung pengambilan keputusan tindakan karantina.
"Keberadaan Instalasi Karantina Hewan dan Laboratorium Terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan karantina yang modern, cepat, dan berbasis ilmiah," ujar Duma.
Tingginya volume pengujian menunjukkan peran strategis laboratorium dalam menjamin keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas yang memenuhi standar nasional maupun internasional. Seluruh fasilitas, menurut Duma, telah dioptimalkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang pelaksanaan tindakan karantina di bandara tersebut.