Krisis Air Bersih di Tangsel, Wali Kota Benyamin Perintahkan Penambahan Sumur Bor di Dua RW Kelurahan Keranggan

Penulis: Jauhari Lubis  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:48:31 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meninjau lokasi pembangunan sumur bor di Kelurahan Keranggan sebagai solusi krisis air bersih.

TANGSEL — Kebutuhan air bersih warga di sejumlah titik Kota Tangerang Selatan memasuki fase kritis saat musim kemarau. Pemerintah kota memutuskan untuk tidak hanya mengirimkan bantuan air, tetapi juga membangun infrastruktur sumur bor permanen di lokasi-lokasi yang paling rawan.

Wali Kota Benyamin Davnie menyebut program ini sebagai langkah strategis. “Wilayah yang membutuhkan akan kami tambah dengan pembangunan sumur bor secara bertahap. Dengan begitu, masyarakat memiliki sumber air yang lebih andal dan tidak selalu bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Dua RW di Keranggan Jadi Prioritas Pertama

Dari data pemantauan Pemkot Tangsel, Kelurahan Keranggan menjadi zona paling kritis. Dua rukun warga di sana, RW 01 RT 01 dan RW 02 RT 04, selama ini menjadi langganan kekeringan setiap tahun.

Pembangunan sumur bor di dua titik itu diharapkan menjadi solusi yang lebih tahan lama. Tidak seperti truk tangki yang datang dan pergi, sumur ini akan menyediakan pasokan air harian bagi puluhan kepala keluarga di sekitar lokasi.

Distribusi Air Bersih Tetap Berjalan

Meski fokus pada pembangunan sumur bor, Benyamin menegaskan bahwa bantuan air bersih tetap akan dikirimkan selama musim kemarau masih berlangsung. “Distribusi air bersih harus terus dilakukan selama masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air,” katanya.

Untuk mempercepat penyaluran, Pemkot Tangsel juga menyiagakan toren penampung air di sejumlah titik rawan. Dengan cara ini, truk tangki tidak perlu menunggu warga berkumpul—air bisa langsung ditampung dan diambil kapan saja.

Instruksi Pemantauan Ketat ke Perangkat Daerah

Benyamin memerintahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk tidak menunggu laporan. Mereka diminta aktif memantau wilayah yang mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan.

“Kami meminta seluruh jajaran bergerak cepat merespons laporan warga,” tegas Benyamin. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya krisis air bersih di wilayah lain yang mungkin belum terdata secara resmi.

Pemkot Tangsel menargetkan pembangunan sumur bor tahap awal selesai dalam beberapa pekan ke depan. Jika berhasil, program ini akan diperluas ke kelurahan lain yang juga mengalami masalah serupa.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top