Menteri ESDM Bahlil Beri Kode Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Lainnya Berpotensi Turun

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 22 Juli 2026 | 09:47:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan potensi penurunan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya seiring melemahnya harga minyak global.

BANTEN — Angin segar berembus bagi pengguna BBM nonsubsidi di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian ESDM membuka peluang penurunan harga untuk produk seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Green (RON 95), Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex. Sinyal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang mengaitkan potensi penurunan dengan kondisi harga minyak global yang sedang melemah.

Alasan Pemerintah Bisa Menurunkan Harga BBM Nonsubsidi

Keputusan untuk menurunkan harga tidak diambil secara instan. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tengah menghitung secara cermat dampak fluktuasi harga minyak dunia terhadap harga jual di dalam negeri. Ia menyebut akan segera menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM lainnya untuk membahas formulasi yang tepat.

"Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," ujar Bahlil dalam pernyataan yang dikutip dari Antara, Senin (21/7/2026).

Harga Minyak Masih Fluktuatif, Pemerintah Tetap Hati-hati

Meski peluang penurunan terbuka, pemerintah tidak ingin terburu-buru. Bahlil menjelaskan bahwa harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan harga acuan internasional masih menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Oleh karena itu, setiap keputusan penyesuaian harga akan diambil dengan penuh kehati-hatian.

Kebijakan ini, lanjutnya, harus mencari titik keseimbangan antara dua kepentingan. Pertama, melindungi daya beli konsumen yang menggunakan BBM nonsubsidi, yang jumlahnya mencapai sekitar 20 persen dari total konsumen BBM nasional. Kedua, memastikan keberlangsungan usaha bagi pelaku industri minyak dan gas bumi.

"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang nonsubsidi. Ini kan totalnya 20 persen, ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," jelas Bahlil.

Kepastian Harga BBM Subsidi: Aman hingga Akhir 2026

Di tengah kabar baik untuk pengguna BBM nonsubsidi, pemerintah juga memberikan kepastian bagi pengguna BBM subsidi. Bahlil menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga untuk BBM subsidi hingga akhir tahun 2026. Kebijakan subsidi energi tetap dijaga agar tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat yang berhak menerima manfaatnya.

Dengan adanya pernyataan ini, publik kini menunggu hasil rapat antara pemerintah dan para pelaku usaha migas. Jika harga minyak dunia terus menunjukkan tren negatif, bukan tidak mungkin pengumuman resmi penurunan harga Pertamax dan kawan-kawan akan segera terbit dalam waktu dekat.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: gridoto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top