PANDEGLANG — Puluhan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten diterjunkan ke pelosok desa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kelompok 37 Kukerta resmi memulai pengabdian di Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Rabu (15/7).
Mengusung tagline “Mengabdi dengan Hati, Berkarya untuk Negeri”, para mahasiswa akan bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Program yang dijalankan mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan potensi desa.
Bukan Sekadar Kewajiban Akademik
Ketua Kelompok 37, Ilham, mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis, menegaskan bahwa Kukerta bukan hanya formalitas. “Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar bersama masyarakat. Kami hadir untuk mendengar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik melalui program-program yang bermanfaat,” ujarnya.
Ilham menambahkan, keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari manfaat yang dirasakan warga dan hubungan baik yang terjalin. “Kami datang dengan semangat mengabdi, pulang membawa pelajaran,” katanya.
DPL Berpesan Jaga Nama Baik Almamater
Dewan Pembimbing Lapangan (DPL), Rasidah Novita Sari, ME, mengingatkan agar mahasiswa menjadi teladan di tengah masyarakat. “Kuliah Kerja Nyata bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Jagalah sikap, adab, dan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat,” pesannya.
Rasidah menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah desa dan mendengarkan kebutuhan warga. “Saya berharap Kelompok 37 dapat meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat dan menjadi representasi terbaik UIN SMH Banten di Desa Cimanuk,” tuturnya.
Sinergi dengan Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Desa
Selama 40 hari ke depan, mahasiswa akan bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Beragam kegiatan edukatif, pemberdayaan, hingga pembinaan keagamaan telah disusun untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan desa.
Keberagaman latar belakang disiplin ilmu para anggota kelompok—dari ilmu hadis hingga program studi lainnya—diharapkan memperkuat kolaborasi dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat setempat.