Pencarian

Satgas Serang Mengaji Targetkan Buta Aksara Al-Qur’an Siswa Baru SMPN Tuntas 3 Bulan, Ini Strateginya

Rabu, 15 Juli 2026 • 12:33:32 WIB
Satgas Serang Mengaji Targetkan Buta Aksara Al-Qur’an Siswa Baru SMPN Tuntas 3 Bulan, Ini Strateginya
Satgas Serang Mengaji menargetkan pengentasan buta aksara Al-Qur’an bagi siswa baru SMPN dalam waktu tiga bulan melalui kolaborasi dengan 2.310 guru PAI dan relawan.

SERANG — Program pengentasan buta aksara Al-Qur’an bagi peserta didik baru di Kota Serang memasuki babak baru. Satgas Serang Mengaji menetapkan target tiga bulan sebagai batas waktu pembelajaran, lebih singkat dibanding estimasi tahun-tahun sebelumnya.

“Target tiga bulan itu kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan karena ternyata tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini rata-rata siswa kelas VII sudah mengenal huruf Al-Qur’an. Itu yang membuat kami bangga,” ujar KH Enting Abdul Karim, Rabu (15/6/2026).

Kolaborasi 2.310 Guru PAI dan Relawan Door to Door

Untuk mencapai target tersebut, Satgas tidak bekerja sendiri. Mereka mengandalkan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Serang, sekitar 2.310 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta relawan Serang Mengaji yang diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah.

KH Enting menjelaskan, relawan akan membantu sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. “Relawan akan door to door ke sekolah-sekolah dalam rangka pengentasan buta aksara Al-Qur’an,” katanya.

Salah satu contohnya di SMP Negeri 9 Kota Serang. Sekolah dengan 362 peserta didik baru itu hanya memiliki lima guru PAI. Satgas kemudian menurunkan satu hingga dua relawan untuk mendampingi proses pembelajaran agar lebih optimal.

Metode Disesuaikan, dari Iqra hingga Tadarus

Pendekatan pembelajaran dibedakan berdasarkan kemampuan siswa. Bagi yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, kegiatan tadarus dilakukan selama 15 hingga 20 menit sebelum pelajaran dimulai. Sementara bagi yang belum mampu membaca, pembelajaran dilakukan secara khusus dengan metode yang disesuaikan oleh masing-masing guru atau ustaz.

“Metodenya kami serahkan kepada guru atau ustaz, bisa menggunakan Iqra atau metode lainnya. Yang terpenting target pengentasan buta aksara Al-Qur’an bisa tercapai,” jelas KH Enting.

Program Serang Mengaji Dilirik Pemprov Bengkulu

Program ini ternyata tak hanya menarik perhatian di lingkup Kota Serang. KH Enting mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan kunjungan untuk mempelajari program Serang Mengaji. Ketertarikan itu muncul setelah program tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

“Gubernur Bengkulu melalui protokol berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Serang karena ingin melihat langsung bagaimana program Serang Mengaji berjalan. Mereka ingin menginisiasi program serupa di Bengkulu,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, Kota Serang menjadi daerah pertama yang memanfaatkan perangkat televisi bantuan pemerintah pusat dalam skala besar untuk mendukung pelaksanaan program ini.

Tak Hanya Pelajar, ASN Juga Disasar

Program Serang Mengaji tidak berhenti di lingkungan sekolah. Wali Kota Serang Budi Rustandi berencana memperluas program ini kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Serang. Langkah ini bukan karena seluruh ASN dianggap belum bisa mengaji, melainkan untuk membangun budaya membaca Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas kerja.

“Bukan berarti ASN belum bisa mengaji. Banyak yang sudah lancar, tetapi ada juga yang masih perlu belajar. Keinginan Pak Wali adalah membiasakan ASN datang ke masjid, membaca Al-Qur’an dua atau tiga ayat, salat duha, kemudian baru masuk ke ruang kerja. Itu yang ingin dibangun sebagai budaya,” pungkas KH Enting.

Bagikan
Sumber: faktabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks