BANTEN — PHE ONWJ mencatatkan progres signifikan dalam program Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP) dengan menuntaskan pekerjaan instalasi lepas pantai lebih cepat 10 hari dari target, yakni hanya dalam 169 hari sejak 31 Oktober 2025. Sepanjang pengerjaan, perusahaan mencatatkan total jam kerja selamat mencapai 854.765 jam, menegaskan komitmen keselamatan kerja sebagai prioritas utama.
Ketiga jalur pipa yang telah diperbarui meliputi UWJ-B1C yang menghubungkan area Uniform ke Bravo, jalur EF-EA di area Echo, serta jalur BG-BC di area Bravo. Keandalan infrastruktur anyar ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan operasi perusahaan di lepas pantai utara Jawa.
Peremajaan pipa bawah laut bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan langkah antisipatif meminimalisir risiko gangguan operasional. Dengan infrastruktur yang diperbarui, PHE ONWJ memastikan aliran minyak dan gas bumi dari sumur-sumur tersebut mengalir stabil tanpa hambatan berarti.
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menegaskan bahwa langkah proaktif melalui program PRRP secara berkelanjutan ini tidak hanya menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut, tetapi juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menopang ketahanan energi nasional.
"Keberhasilan pengamanan menyalurkan aliran migas di ketiga jalur ini diharapkan dapat terus berkontribusi positif dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah," ungkap Muzwir Wiratama, Jumat (31/7).
Memasuki paruh kedua 2026, PHE ONWJ masih memiliki pekerjaan rumah pada satu jalur pipa lagi, yakni Pipeline BC-BPRO dengan panjang 2,78 kilometer. Pelaksanaannya dijadwalkan pada kuartal keempat (Q4) 2026, melanjutkan ritme percepatan yang telah ditunjukkan pada semester sebelumnya.
Tim PRRP juga telah menyiapkan rencana kerja untuk 2027 dengan melakukan reinstatement pipeline jalur BF-BK-BPRO dan FK-FC. Perencanaan matang ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam memelihara seluruh jaringan pipa penyalur migas secara berkelanjutan.
Keberhasilan PHE ONWJ menuntaskan proyek infrastruktur kritis ini tepat waktu menjadi sinyal positif bagi industri hulu migas nasional. Dengan keandalan jaringan pipa yang terjaga, perusahaan dapat fokus mengoptimalkan produksi dari blok lepas pantai yang telah beroperasi puluhan tahun ini, sekaligus berkontribusi nyata pada target produksi migas yang dicanangkan pemerintah.