Filosofi Tumpang Susun Tiga hingga Panah Pertumbuhan, Ini Makna di Balik Logo Baru Bank Banten

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:18:31 WIB
Gubernur Banten Andra Soni memotong tumpeng sebagai simbol peluncuran logo baru Bank Banten di Royal Baroe, Kota Serang, Sabtu (1/8/2026) malam.

SERANG — PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten resmi memperkenalkan logo baru yang mengusung bentuk "Tumpang Susun Tiga" dengan perpaduan tiga gradasi warna biru. Identitas anyar ini diluncurkan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Sabtu (1/8/2026) malam, disaksikan ratusan warga.

Momentum peluncuran ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus komitmen bersama membangun lembaga keuangan milik masyarakat Banten. Turut hadir Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami beserta jajaran, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah atau perwakilannya.

Makna Warna Biru dan Simbol Panah pada Logo Baru

Desain logo terbaru ini bukan sekadar perubahan tampilan. Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa identitas baru tersebut menggambarkan semangat baru dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi ke depan.

"Kita semua mempunyai keyakinan Bank Banten ke depan akan semakin dicintai oleh seluruh masyarakat Banten. Dengan semangat kerja yang tinggi, harapan itu pasti akan menjadi kenyataan," kata Andra dalam sambutannya.

Filosofi "Tumpang Susun Tiga" yang diangkat dalam logo mencerminkan budaya Indonesia, kemampuan beradaptasi, serta nilai sejarah dan religius yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Sementara itu, tiga garis utama pada logo menggambarkan tiga peran pokok Bank Banten: penghimpun dana masyarakat (funding), penyalur kredit (lending), dan penyedia layanan jasa keuangan (services).

Adapun simbol panah yang mengarah ke atas merepresentasikan pertumbuhan, kemajuan, kesuksesan, serta peningkatan nilai perusahaan di masa depan. Pemilihan warna juga sarat makna—biru muda melambangkan kelembutan dan keterbukaan, biru merepresentasikan kredibilitas serta stabilitas, sedangkan biru tua (navy) menggambarkan otoritas, kekuatan, dan integritas.

Bank Banten Bukan Milik Gubernur, tapi Milik Seluruh Warga

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa Bank Banten merupakan aset bersama yang harus diperkuat oleh seluruh elemen masyarakat. Keberadaannya dinilai harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.

"Bank ini bukanlah milik Gubernur, bukan sekedar milik pemerintah, tapi Bank ini adalah milik kita semua. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk memajukan Bank Banten, agar Bank Banten bisa menjadi tonggak, menjadi penggerak ekonomi di Provinsi Banten," tegasnya.

Gubernur berharap Bank Banten dapat terus meningkatkan perannya dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama melalui pembinaan dan penguatan sektor UMKM. Dengan pelayanan yang semakin dekat dan jangkauan yang semakin luas, bank kebanggaan daerah ini diharapkan menjadi mitra strategis warga dalam mengembangkan usaha.

"Yang terpenting kemanfaatan Bank Banten dirasakan oleh seluruh masyarakat Banten," ujarnya.

Ajakan Perkuat Bank Banten sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Andra Soni turut mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota di Banten untuk bersama-sama memperkuat Bank Banten. Optimalisasi peran bank pembangunan daerah dalam pengelolaan keuangan daerah dinilai menjadi bagian penting untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.

"Mari kita tumbuh dengan penuh kebersamaan," ajaknya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: warta.in This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top