BANTEN — GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, sejak 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, menjadi panggung bagi Wuling untuk memamerkan strategi elektrifikasinya. Di Hall 9, pabrikan asal China ini tidak hanya memajang 21 unit kendaraan, tetapi juga menyiapkan 10 unit untuk test drive. Yang menarik, fokusnya jelas: mobil listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV).
Wuling membawa hampir seluruh lini produknya ke pameran. Pengunjung bisa melihat langsung New Alvez dan Mitra EV yang mewakili segmen ICE dan kendaraan niaga, sementara New BinguoEV dan Aira EV menjadi andalan di segmen mobil listrik perkotaan. Untuk pasar yang mulai melirik teknologi hybrid, tersedia Darion PHEV dan Eksion PHEV.
Yang patus disorot adalah kesempatan test drive yang terbilang lengkap. Wuling menyediakan unit untuk dicoba langsung: Aira EV, Darion EV, Eksion EV, Darion PHEV, dan Eksion PHEV. Ini bukan sekadar pameran statis; calon pembeli bisa merasakan perbedaan torsi instan EV dengan karakter mesin PHEV dalam satu sesi.
Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, menyebut Aira EV sebagai produk terbaru yang siap dikenalkan lebih dekat ke publik. "Pengunjung juga berkesempatan mencoba produk terbaru kami, termasuk Aira ev, yang telah kami siapkan sehingga mereka dapat mengenal lebih dekat performa, kenyamanan, serta teknologi yang ditawarkan oleh masing-masing kendaraan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Posisi Aira EV di segmen harga entry-level EV memang menarik. Namun, calon pembeli perlu jeli. Test drive di area pameran biasanya hanya menempuh rute pendek dan kecepatan rendah. Anda tidak akan bisa menguji perilaku mobil di kecepatan tol atau efisiensi energi riil di kemacetan. Untuk itu, manfaatkan sesi ini untuk merasakan kenyamanan suspensi dan respons setir, bukan untuk menilai konsumsi energi.
Dua model PHEV yang ditawarkan punya karakter berbeda. Darion PHEV hadir sebagai SUV, sementara Eksion PHEV sebagai MPV. Keduanya mengusung logika yang sama: efisiensi BBM di dalam kota berkat mode listrik, dan tenaga mesin bensin untuk perjalanan jauh.
Hal yang perlu Anda perhatikan saat mencoba PHEV adalah transisi tenaga dari motor listrik ke mesin bensin. Apakah halus atau terasa mengagetkan? Selain itu, periksa juga ruang kabin dan kapasitas bagasi. Baterai PHEV biasanya memakan ruang bagasi, jadi pastikan itu tidak mengganggu kebutuhan harian Anda.
Langkah Wuling ini cerdas. Daripada sekadar memajang mobil, mereka mengajak pengunjung untuk merasakan langsung. "Melalui program test drive di GIIAS 2026, kami menghadirkan lini produk EV dan PHEV Wuling secara lengkap agar masyarakat dapat merasakan langsung karakter berkendara dari setiap model," tambah Brian.
Bagi Anda yang serius membeli, ada baiknya datang di hari kerja untuk menghindari antrean test drive yang panjang di akhir pekan. Manfaatkan waktu lebih lama di dalam mobil untuk mengatur posisi duduk, memeriksa visibilitas, dan mencoba fitur-fitur seperti kamera 360 derajat jika tersedia.
Wuling juga menyiapkan berbagai promo penjualan selama pameran. Namun, jangan sampai diskon membuat Anda lupa membandingkan dengan kompetitor. Di kelas yang sama, Aira EV bersaing ketat dengan model lain di bawah Rp 250 juta. Sementara untuk PHEV, Anda harus mempertimbangkan biaya perawatan jangka panjang dan ketersediaan suku cadang.
Kekurangan yang perlu diantisipasi dari model EV Wuling adalah infrastruktur pengisian daya di rumah. Pastikan Anda sudah memiliki rencana instalasi home charging sebelum membeli, karena mengandalkan charging station umum di Indonesia masih belum praktis untuk penggunaan harian.
Kesimpulannya, GIIAS 2026 adalah kesempatan emas untuk mempersempit pilihan. Jangan ragu untuk antre demi test drive, karena sensasi berkendara tidak bisa diterjemahkan melalui brosur atau video review. Rasakan sendiri getaran, keheningan kabin, dan respons pedal sebelum Anda menandatangani kontrak pembelian.