BANTEN — Meta memperluas lini produk kecerdasan buatannya dengan merilis Muse Code, sebuah agen coding yang bekerja melalui terminal. Alat ini ditujukan bagi programmer yang membutuhkan bantuan menyelesaikan tugas rumit dalam repositori perangkat lunak yang besar.
Dalam unggahan media sosialnya pada Rabu (12/2), CEO Meta Mark Zuckerberg menyebut Muse Code mampu menyelesaikan "tugas rekayasa perangkat lunak secara menyeluruh di repositori besar", termasuk merencanakan perubahan, menulis kode, dan memvalidasi hasil.
Muse Code dapat diinstal hanya dengan satu perintah. Untuk proyek besar, alat ini tidak bekerja sendirian — ia akan meluncurkan beberapa sub-agen yang bekerja secara paralel di worktree terisolasi.
"Ketika tugasnya cukup besar, ia akan menyebar ke sub-agen terpisah yang bekerja bersamaan di worktree terisolasi. Salinan kerja Anda tidak akan pernah tersentuh," jelas Zuckerberg. "Dalam pengujian, kami membuatnya membangun enam fitur untuk sebuah game secara bersamaan tanpa tabrakan."
Pendekatan ini memungkinkan developer tetap bekerja di salinan utama tanpa gangguan, sementara proses eksperimen dan pengembangan fitur baru berjalan di lingkungan yang aman.
Peluncuran ini merupakan upaya Meta untuk bersaing lebih agresif di pasar alat bantu coding AI, yang selama ini didominasi oleh Codex milik OpenAI dan Claude Code dari Anthropic. Meta mencoba menawarkan nilai lebih dari sisi biaya.
"Kami berpikir untuk banyak alur kerja dan banyak kasus penggunaan, ini bisa menjadi opsi yang sangat bagus, terutama dari perspektif biaya," ujar Alexandr Wang, kepala AI Meta yang memimpin Meta Superintelligence Labs, kepada Wall Street Journal.
Langkah ini juga menandai akselerasi Meta dalam mengejar ketertinggalannya di ranah AI. Sebelumnya, pada Juni lalu, perusahaan memperluas fokusnya dari sekadar mendukung bisnis iklan ke pasar AI enterprise dengan meluncurkan agen untuk layanan pelanggan dan dukungan.
Muse Code paling cocok untuk developer yang bekerja di proyek berskala besar — misalnya codebase dengan banyak modul atau tim yang sering mengerjakan beberapa fitur secara bersamaan. Kemampuannya membagi tugas ke sub-agen membuatnya relevan untuk tim engineering yang ingin mempercepat siklus pengembangan tanpa mengorbankan stabilitas kode utama.
Bagi developer individu atau tim kecil yang menangani proyek berukuran sedang, manfaatnya mungkin belum terasa signifikan. Namun dari sisi biaya, Meta jelas mencoba menawarkan alternatif yang lebih ramah kantong dibandingkan langganan alat coding AI dari kompetitor.