BANTEN — Motorola resmi menambah jajaran tablet kelas menengahnya lewat peluncuran Moto Pad 70 di India. Perangkat ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan utama: produktivitas harian dan konsumsi hiburan. Dengan paket penjualan yang sudah menyertakan Moto Pen, Motorola mencoba menawarkan nilai lebih di tengah persaingan ketat yang diisi oleh merek seperti Xiaomi, Samsung, dan realme.
Kami belum melakukan pengujian langsung terhadap perangkat ini. Ulasan berikut berdasarkan spesifikasi resmi yang dirilis pabrikan. Ada beberapa poin menarik yang layak dibahas, terutama soal layar, daya tahan baterai, dan kebijakan pembaruan software.
Refresh rate yang ditawarkan berada di angka 90Hz. Memang lebih rendah dibandingkan kompetitor yang sudah memakai panel 120Hz, namun untuk kebutuhan navigasi harian dan menonton film, perbedaannya tidak akan terasa signifikan. Yang lebih menarik, layar ini memiliki tingkat kecerahan puncak 800 nits dan mendukung cakupan warna DCI-P3. Angka kecerahan tersebut cukup mumpuni untuk penggunaan di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung.
Pengalaman multimedia juga didukung oleh empat pengeras suara (quad speaker) dengan teknologi Dolby Atmos. Kombinasi layar lebar dan audio yang mengelilingi ini menjadikan Moto Pad 70 kandidat kuat sebagai perangkat hiburan portabel.
Secara desain, Motorola mengeklaim tablet ini sangat ramping dengan ketebalan 6,29 mm dan bobot 530 gram. Sertifikasi IP52 juga disematkan, memberikan ketenangan ekstra dari percikan air atau debu ringan. Warna Pantone Sea Angel yang diusung memberikan kesan elegan yang berbeda dari warna abu-abu atau biru yang umum.
Untuk penyimpanan, tersedia dua pilihan: 128GB dan 256GB dengan teknologi UFS 2.2. Kabar baiknya, slot microSD tersedia dan mendukung ekspansi hingga 2TB. Ini nilai tambah besar bagi pengguna yang gemar menyimpan banyak file video atau dokumen offline.
Yang patut diapresiasi adalah komitmen pembaruan software. Moto Pad 70 langsung menjalankan Android 16 saat pertama kali dinyalakan. Motorola menjanjikan dua kali pembaruan OS utama hingga Android 18, plus jaminan patch keamanan hingga tahun 2030. Ini adalah kebijakan yang solid dan memberikan umur pakai perangkat yang lebih panjang.
Konektivitas juga terbilang lengkap dengan dukungan jaringan 5G, Wi-Fi 5, dan Bluetooth 5.4. Fitur Smart Connect yang tersedia memungkinkan integrasi mulus dengan laptop Windows atau smartphone Motorola, memudahkan transfer file atau mirroring layar.
Bagi yang membutuhkan pengalaman mengetik seperti laptop, Motorola juga menjual aksesori magnetic keyboard cover secara terpisah. Keyboard ini terhubung melalui pogo pin, yang berarti tidak perlu repot dengan koneksi Bluetooth.
Dengan harga tersebut, Moto Pad 70 bersaing langsung dengan tablet seperti Xiaomi Pad 6 atau seri Galaxy Tab A9+. Keunggulan utamanya jelas: stylus gratis dan baterai jumbo dengan fast charging 68W.
Yang Perlu Diperhatikan:
- Refresh rate 90Hz: Masih di bawah standar kompetitor di kelas harga yang sama yang sudah memakai 120Hz.
- Chipset Dimensity 6400: Bukan chipset gaming. Untuk game berat seperti Genshin Impact, Anda mungkin perlu menurunkan pengaturan grafis.
- Ketersediaan di Indonesia: Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai tanggal peluncuran Moto Pad 70 di pasar Indonesia.
Moto Pad 70 terlihat seperti pilihan menarik bagi mereka yang memprioritaskan konsumsi media dan produktivitas ringan dengan budget sekitar Rp 6 jutaan. Paket lengkap dengan Moto Pen dan charger 68W memberikan nilai lebih dibandingkan kompetitor. Namun, jika performa gaming adalah prioritas utama, Anda mungkin perlu mempertimbangkan opsi lain dengan chipset yang lebih bertenaga. Kami akan menunggu kesempatan untuk menguji langsung perangkat ini untuk melihat performa asli dan daya tahan baterainya dalam pemakaian nyata.