TANGERANG — Kursi pimpinan tertinggi DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Golkar tengah diperebutkan. Delapan kader masuk penjaringan internal partai untuk menjadi calon pengganti almarhum Rusdi Alam, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, mengungkapkan proses seleksi masih berjalan dan melibatkan tim khusus. Para kandidat dinilai dari sejumlah aspek sebelum akhirnya diputuskan dalam forum tertinggi partai.
Sachrudin menyebut penilaian terhadap para kandidat tidak main-main. Ada empat indikator kunci yang menjadi standar kelayakan, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.
“Kriterianya adalah PDLT. PDLT itu prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela,” ujar Sachrudin di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).
Prinsip ini ditegaskan menjadi filter utama untuk memastikan kader yang nantinya duduk di pucuk pimpinan legislatif memiliki rekam jejak yang bersih dan kapabilitas yang mumpuni.
Proses penentuan tidak berhenti di tingkat kota. Dari delapan nama yang ada, tim partai akan menyaring kembali untuk memilih tiga kandidat terbaik.
“Prinsipnya delapan calon mengedepankan mekanisme yang ada secara internal di partai. Semuanya adalah kader terbaik. Saat ini sedang proses, ada delapan calon nanti diseleksi sama tim. Setelah tim menyepakati, selanjutnya diplenokan, baru kita usulkan,” jelas Sachrudin.
Ketiga nama yang lolos seleksi tim dan pleno itu nantinya akan diteruskan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar. Keputusan final mengenai siapa yang resmi menggantikan Rusdi Alam berada di tangan DPP.
Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang periode 2024-2029 saat ini memiliki delapan anggota aktif. Mereka tersebar di empat komisi berbeda dan semuanya berpeluang menduduki posisi ketua.
Sachrudin memastikan seluruh kader yang masuk penjaringan memiliki kualitas setara. Keputusan akhir nantinya akan mengedepankan objektivitas demi menjaga marwah partai di lembaga legislatif.
“Kapasitas, kapabilitas, dedikasi, loyalitas, prestasi, serta rekam jejak kader menjadi pertimbangan dalam proses tersebut,” tegasnya.