Lamang Tapai Khas Padang Pariaman Jadi Incaran Pengunjung Festival Kuliner Serpong 2026, Harga Mulai Rp 25 Ribu

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:55:31 WIB
Lamang Tapai khas Padang Pariaman disajikan di stan Lamang Tapai Uni Dewi pada Festival Kuliner Serpong 2026 di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Jumat (22/8/2026).

TANGERANG — Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026 yang digelar di Summarecon Mall Serpong (SMS), Gading Serpong, Tangerang, tidak hanya diisi gerai makanan kekinian. Sejumlah pelaku usaha justru membawa hidangan tradisional Nusantara, salah satunya Lamang Tapai Uni Dewi yang menawarkan cita rasa autentik Minangkabau.

Stan ini menyajikan lamang atau lemang yang dimasak dengan bambu, dipadukan dengan tapai yang didatangkan langsung dari Minangkabau. Perpaduan rasa gurih dari ketan dan manis-asam dari tapai membuat sajian ini memiliki karakter yang sulit ditemukan di gerai lain.

Proses Memasak Lima Jam dan Tiga Varian Pilihan

Joni, pemilik Lamang Tapai Uni Dewi, mengatakan proses pembuatan lamang tidak bisa dilakukan secara instan. Beras ketan sebagai bahan utama harus dimasak di dalam bambu hingga matang, sebuah proses yang memakan waktu sekitar lima jam. Cara pengolahan inilah yang kemudian menghasilkan aroma dan tekstur khas yang membedakan lamang buatannya dengan sajian sejenis.

"Ada tiga varian lamang. Lamang original, Lamang Tapai dan Lamang Pisang," ujar Joni saat ditemui di Festival Kuliner Serpong 2026 pada Jumat (22/8/2026).

Untuk harga, Joni membanderol produknya mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 120 ribu tergantung varian yang dipilih. Rentang harga ini dinilai sebanding dengan porsi dan kualitas bahan baku yang digunakan.

Warisan Kuliner yang Melekat dengan Tradisi Minang

Bagi masyarakat Padang Pariaman, lamang bukan sekadar makanan sehari-hari. Hidangan ini secara turun-temurun selalu hadir dalam momen-momen penting, terutama perayaan hari besar Islam seperti Idul Fitri, Ramadan, dan Maulid Nabi atau muludan.

Joni menjelaskan bahwa lamang tapai yang dijualnya merupakan bagian dari warisan kuliner yang terus dipertahankan keluarganya dari generasi ke generasi. Dengan membawanya ke ajang FKS 2026, ia berharap generasi muda di Tangerang dan sekitarnya bisa mengenal kekayaan kuliner Nusantara yang mulai jarang ditemui.

Menjaga Eksistensi Kuliner Tradisional di Tengah Dominasi Makanan Modern

Kehadiran Lamang Tapai Uni Dewi di FKS 2026 menjadi ruang pertemuan antara kuliner warisan dan masyarakat perkotaan. Di tengah maraknya gerai makanan modern, stan seperti ini berperan penting dalam menjaga keberadaan kuliner tradisional agar tetap dikenal dan diminati.

Dengan tapai yang didatangkan langsung dari Minangkabau, Joni memastikan setiap porsi yang disajikan memiliki cita rasa yang sama dengan lamang yang dijual di kampung halamannya. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperluas pengenalan kuliner Minang kepada masyarakat Tangerang dan sekitarnya. (RIZ)

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: wartatangerang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top