BANTEN — Setelah vakum beberapa tahun, nama Pajero kembali menempel pada SUV andalan Mitsubishi. Kali ini, kelahirannya bukan sekadar penyegaran wajah, melainkan perubahan total—dari lekuk bodi, sekat kabin, hingga jantung pacunya.
Peluncuran perdana digelar di pabrikan Thailand, yang juga menjadi basis produksi global untuk model ini. Setelah Thailand, giliran Jepang dan Australia yang akan menerima unit pertama pada tahap awal distribusi.
Mitsubishi meninggalkan sama sekali tampilan khas Pajero lawas yang kaku. Generasi baru ini mengusung bahasa desain futuristis yang mirip dengan gaya Destinator yang sudah beredar di Indonesia, meski dimensinya jauh lebih bongsor.
Yang menarik, ada penghormatan pada darah keturunan Pajero generasi pertama. Lihat saja bagian pilar C yang dirancang terinspirasi dari bentuk roll bar Pajero lawas. Sementara di bagian belakang, motif heksagonal menghiasi desain, mengingatkan pada bentuk ban serep menggantung yang jadi ciri khas model klasiknya.
Ukurannya memang tidak main-main. Pajero baru membentang dengan panjang 4.920 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.910 mm dan jarak sumbu roda 2.870 mm, sehingga siap bertarung di kelas SUV besar.
Masuk ke dalam kabin, Pajero baru dimanjakan oleh dua layar besar berukuran 14,3 inci yang menyatu membentuk satu panel monolitik. Grafiknya disebut intuitif dan jadi ciri khas baru Pajero modern.
Mitsubishi tidak hanya bicara teknologi. Material panel instrumen dan trim pintu dibalut bahan lembut dengan jahitan yang terinspirasi teknik "kimekomi", kerajinan tradisional Jepang untuk boneka kokeshi. Suasana premium makin terasa dengan kehadiran sistem audio garapan Yamaha yang disematkan untuk menemani perjalanan jauh.
Di balik kap, Mitsubishi membenamkan mesin diesel 2.4L turbocharger yang menghasilkan torsi maksimum 480 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan, dipadukan dengan sistem penggerak 4WD yang menjadi andalan Pajero untuk off-road.
Perpaduan torsi besar dan transmisi modern ini membuat Pajero tetap bertenaga di medan berat, namun diharapkan lebih efisien bahan bakar dibanding pendahulunya.
Dari sisi fitur, Mitsubishi memborong teknologi ADAS terbaru. Pajero anyar dilengkapi Forward Collision Mitigation (FCM), Forward Collision Warning, hingga Accelerator Misapplication Prevention untuk mencegah pedal gas terinjak tidak sengaja.
Mitsubishi juga menanamkan Emergency Lane Keeping Assist atau ELKA—diklaim sebagai teknologi pertama di dunia yang memakai kamera depan dan radar untuk mengenali jalur dan kendaraan di sekitarnya. Fitur ini bekerja aktif untuk menjaga mobil tetap di jalurnya saat kondisi darurat.
Ada pula Forward Cross Traffic Alert (FCTA), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA) dan Monitor Multi-Around 3D yang memudahkan manuver parkir di area sempit.
Pasar Thailand menjadi titik awal produksi dan distribusi Pajero ini. Mitsubishi berencana memperluas peluncuran ke sekitar 100 negara di seluruh dunia dalam beberapa tahun ke depan, mencakup kawasan ASEAN, Amerika Tengah dan Selatan, serta Timur Tengah.
Indonesia, sebagai salah satu pasar utama Mitsubishi di ASEAN, kemungkinan besar akan masuk dalam daftar negara penerima. Namun, belum ada konfirmasi resmi jadwal kedatangannya ke Tanah Air.