TANGERANG — Kepastian ini menyusul banyaknya warga yang batal berangkat ke Tanah Suci akibat musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
"Daerah-daerah terdampak kebakaran hutan, ada penundaan. Kita ingin pastikan hak-hak mereka harus tetap terjaga," ujar Dahnil di Asrama Haji Grand El Hajj Cipondoh, Tangerang, Kamis (3/9/2026).
Dahnil menegaskan bahwa travel umrah memiliki kewajiban penuh melindungi jemaah terdampak. Kewajiban itu mencakup pengembalian hak keuangan hingga kepastian pelayanan dan jadwal keberangkatan di masa mendatang.
Penundaan keberangkatan tidak boleh merugikan jemaah secara finansial maupun administratif. Travel diminta memastikan seluruh hak tersebut tetap berjalan meski proses pemberangkatan tertunda akibat bencana.
"Artinya, travel harus tetap memastikan hak-hak keuangan dan hak-hak keberangkatan serta pelayanan mereka harus tetap bisa dilindungi," sambungnya.
Di sisi lain, Dahnil mengungkapkan bahwa kementerian belum menerbitkan izin usaha baru bagi biro perjalanan umrah. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan menyeluruh terhadap industri yang rawan praktik penipuan.
Saat ini terdapat sekitar 3.900 travel umrah yang terdaftar dan masih beroperasi. Ribuan entitas tersebut tengah menjalani verifikasi ulang untuk menentukan kelayakan perpanjangan izin.
"Hari-hari ini kan salah satu PR kami di Kemenhaj, kami kan belum pernah dan belum sampai dengan hari ini tuh mengeluarkan izin baru terhadap travel umrah," jelasnya.
Pengawasan ketat tersebut bukan tanpa alasan. Dahnil membeberkan bahwa kementerian telah memblokir tiga travel umrah yang terbukti merugikan jemaah.
"Kita pastikan mana yang masih bisa memperpanjang izinnya, mana yang tidak. Kemudian kemarin kami sudah memblokir tiga travel umrah yang merugikan jemaah," ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan angka penipuan berkedok pemberangkatan umrah yang kerap menimpa calon jemaah.
Situasi ini merujuk pada karhutla yang terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan luas area terbakar mencapai 37 hektare sepanjang Agustus 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi mencatat delapan kejadian karhutla yang tersebar di delapan desa dan tujuh kecamatan.
"Jadi, selama Agustus 2026 terjadi delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di delapan desa dan tujuh kecamatan," kata Kabid Bencana BPBD Kabupaten Sigi, Ahmad Yani.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Gumbasa, Kinovaro, Marawola, Dolo Selatan, Palolo, Sigi Biromaru, dan Lindu. Satu titik api di Gunung Lembosa, Desa Olu, Kecamatan Lindu, telah berhasil dipadamkan menggunakan mesin semprot air.