BANTEN — LEAPTING memperkenalkan Auto-Navigation Forklift Robot (AFR), forklift otonom bertenaga baterai yang dirancang mempercepat pemasangan modul di proyek PLTS skala utilitas. Robot ini diklaim mampu memasang modul setiap 40 detik, tiga hingga lima kali lebih cepat dibanding tenaga manusia, dengan akurasi penempatan di bawah plus-minus 1 mm. Peluncurannya berlangsung di sebuah konferensi teknologi surya di Dubai.
Produsen peralatan PV dan surya asal China, LEAPTING, resmi memperkenalkan Auto-Navigation Forklift Robot (AFR) sebagai anggota terbaru dari lini robot konstruksi dan pemeliharaan surya yang sepenuhnya otonom. Peluncuran dilakukan di sebuah konferensi teknologi surya di Dubai, tempat perangkat ini disebut sebagai "mata rantai yang hilang" dalam penanganan material surya.
Forklift beroda rantai ini mengantar palet modul surya langsung dari terminal atau area penumpukan ke baris pemasangan, tanpa perlu operator manusia maupun petugas pengatur lalu lintas di area kerja yang berisiko.
Menurut perusahaan, AFR menggabungkan GPS-RTK, SLAM berbasis laser, dan visi komputer 3D untuk menemukan palet, mengidentifikasi koordinat lubang garpu secara real time, serta merencanakan jalur penyisipan secara otomatis. Perangkat ini juga dilengkapi LiDAR multi-baris 360 derajat, sistem penghindaran rintangan cerdas, dan sistem pengereman tiga lapis.
AFR menggunakan baterai lithium 48 V 400 Ah dengan kapasitas nominal 19,2 kWh yang mengalirkan daya ke sepasang motor penggerak listrik terpasang tinggi di bagian track. Kombinasi tersebut diklaim menghasilkan sekitar 10 tenaga kuda dan mampu beroperasi kontinu hingga delapan jam dalam kondisi operasi standar.
Dengan proteksi segala cuaca IP67 dan mobilitas beroda rantai, forklift robot ini sanggup menangani beban material surya hingga 3.000 kg per pengangkutan. Medan yang diklaim bisa dilalui mencakup pasir gurun, kerikil, permukaan tidak rata, berlumpur, hingga licin karena es.
LEAPTING mengklaim AFR dapat memasang modul pada tracker secara otomatis setiap 40 detik, atau tiga sampai lima kali lebih cepat dibanding kerja manual. Akurasi penempatannya disebut di bawah plus-minus 1 mm.
Spesifikasi lengkap dan ketersediaan pasar AFR belum diumumkan secara rinci. Perusahaan hanya menyebut perangkat ini dirancang untuk mempercepat instalasi proyek PLTS skala utilitas yang volumenya terus tumbuh.