Pencarian

Rosatom Pasok 200 MW, Maluku Utara Jadi Provinsi Nuklir Pertama

Senin, 19 Oktober 2026 • 13:53:31 WIB
Rosatom Pasok 200 MW, Maluku Utara Jadi Provinsi Nuklir Pertama
Kesepakatan pasokan listrik PLTN terapung berkapasitas 200 MW untuk Maluku Utara ditandatangani di sela-sela Russian Energy Week di Moskow.

BANTEN — Maluku Utara akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerima pasokan listrik dari tenaga nuklir melalui proyek PLTN terapung berkapasitas 200 megawatt (MW). Kesepakatan itu ditandatangani Rosatom asal Rusia dengan PT Pembangkit Listrik Nuklir di sela-sela Russian Energy Week di Moskow, Jumat (16/10/2026).

Dua unit pembangkit akan ditempatkan di perairan utara Pulau Halmahera untuk melayani kebutuhan listrik kawasan tersebut. Rosatom menyiapkan unit FPU-100, masing-masing berkapasitas 100 MW dan dilengkapi reaktor nuklir laut seri RITM-200M. Menurut perusahaan, unit tersebut bisa mulai memasok listrik dalam lima tahun setelah ketentuan utama kontrak pasokan listrik berlaku.

Tonggak Ekspor Pertama PLTN Terapung

Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, menyebut perjanjian tersebut sebagai tonggak penting bagi perseroan. Menurut dia, ini merupakan kontrak ekspor listrik dari PLTN terapung pertama di dunia.

“Kerja sama antara Rosatom dan Indonesia berkembang dengan pesat. Pertemuan kami baru-baru ini dengan Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa negara kepulauan terbesar di dunia ini secara konsisten berupaya memperkuat ketahanan energi dan mencapai netralitas karbon,” ujar Likhachev dalam pernyataan yang dikutip dari keterangan resmi.

Likhachev menambahkan, proyek ini meletakkan landasan kemitraan jangka panjang antara Rusia dan Indonesia di sektor energi nuklir.

Dibiayai Swasta, Tanpa APBN

Direktur PT Pembangkit Listrik Nuklir, Yudi Utomo Imardjoko, menegaskan proyek ini dirancang sebagai inisiatif bisnis-ke-bisnis (B2B). Pendanaannya berasal dari investasi sektor swasta dan tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Memimpin transisi energi Indonesia merupakan tujuan dan tanggung jawab utama kami sebagai investor nasional. Kami sangat yakin bahwa menyediakan listrik yang bersih, andal, dan bebas karbon bagi masyarakat adalah hal yang krusial,” ujar Yudi.

Investor Haji Romo Nitiyudo Wachjo, yang dikenal sebagai Haji Robert dari Indotan Group, menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Rosatom, Presiden Prabowo Subianto, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Sejalan dengan RUPTL 2025-2034

Pemerintah telah memasukkan tenaga nuklir ke dalam perencanaan energi nasional untuk mengejar target netralitas karbon pada 2060. Pembangunan PLTN juga tercantum dalam RUPTL PLN 2025-2034 yang disahkan pada 26 Mei 2025, dengan PLTN pertama ditargetkan beroperasi pada 2032 di Sumatera.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemanfaatan energi nuklir sejalan dengan arah kebijakan tersebut. Menurut dia, langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memperluas pilihan sumber energi rendah emisi.

“Dan salah satu pembicaraan adalah menyangkut dengan Rusia menawarkan teknologi nuklir di Indonesia. Jerman juga menawarkan hal yang sama. Jepang juga menawarkan yang sama. Korea, Kanada juga melakukan penawaran yang sama,” ungkap Bahlil dalam Simposium Ketahanan Energi yang digelar PIKI di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).

Rosatom menawarkan pendekatan dua tahap: PLTN terapung skala kecil lebih dulu, sebelum beralih ke pembangkit berbasis darat berkapasitas lebih besar. Proyek Maluku Utara menjadi langkah pembuka. Perusahaan asal Rusia itu mengklaim FPU-100 dirancang untuk pasokan listrik berkelanjutan bagi masyarakat pesisir terpencil. Rusia sendiri telah mengoperasikan Akademik Lomonosov, PLTN terapung pertama di dunia di kawasan Arktik sejak 2020, dengan produksi hampir 1,4 miliar kilowatt-jam listrik.

Bagi Maluku Utara, masuknya pasokan nuklir menandai pergeseran lanskap energi di kawasan timur yang selama ini bergantung pada pembangkit fosil dan diesel. Jika jadwal berjalan sesuai rencana, provinsi ini akan mencatat sejarah sebagai wilayah pertama Indonesia yang listriknya sebagian berasal dari reaktor nuklir terapung.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks