Pencarian

Royal Agro Industri Pamerkan Olahan Kelapa di Trade Expo Indonesia 2026, Target 2 Juta Butir per Hari

Minggu, 18 Oktober 2026 • 16:16:31 WIB
Royal Agro Industri Pamerkan Olahan Kelapa di Trade Expo Indonesia 2026, Target 2 Juta Butir per Hari
Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo meninjau booth PT Royal Agro Industri di Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang.

TANGERANG — Founder JHL Group sekaligus Owner PT Royal Agro Industri (RAI) Jerry Hermawan Lo mengunjungi booth perusahaan di gelaran Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026). Kunjungan itu menegaskan arah RAI mendorong hilirisasi kelapa Indonesia untuk menaikkan nilai tambah produk sekaligus kesejahteraan petani.

RAI mengolah daging, air, sabut, hingga tempurung kelapa menjadi beragam produk. Deretan produk itu mencakup santan, minyak kelapa, desiccated coconut, nata de coco, cocofiber, cocopeat, dan arang.

Hilirisasi Harus Libatkan Petani Lokal

Jerry menegaskan hilirisasi tidak boleh berhenti di pabrik. Petani lokal mesti terlibat agar manfaat ekonomi industri terasa dari hulu hingga hilir.

Pandangan itu menjadi dasar bagi RAI memperluas produksi, bukan sekadar menambah volume olahan. Nilai tambah yang diciptakan di tingkat pabrik diharapkan berbalik ke kebun-kebun rakyat.

Peralatan Baru dari Tiongkok untuk Tiga Pabrik

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, RAI membeli peralatan pengolahan kelapa modern dari Beyond, Tiongkok. Peralatan itu akan ditempatkan di pabrik Manado, Sampit, dan Riau.

CEO PT RAI Johanna (Anna) mengatakan seluruh peralatan baru ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Pengembangan ini diharapkan memperkuat produksi berbagai olahan kelapa, termasuk desiccated coconut low fat dan high fat, santan, crude coconut oil, serta produk turunan lainnya.

Target 2 Juta Butir Kelapa per Hari

Dengan pengembangan tersebut, RAI menargetkan kapasitas pengolahan lebih dari 2 juta butir kelapa per hari. Rinciannya, pabrik Riau diproyeksikan mampu mengolah 1 juta butir per hari, Manado 500 ribu butir, Sampit 350 ribu butir, dan Maluku 250 ribu butir.

Sebaran kapasitas itu menunjukkan RAI tidak memusatkan produksi di satu wilayah. Pabrik-pabrik berada di sentra kelapa yang berbeda, dari Sumatra hingga Sulawesi dan Maluku.

Memperluas Pasar hingga Menjaga Keberlanjutan Industri

Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya RAI mengoptimalkan potensi kelapa Indonesia. Perusahaan juga memperluas pasar produk olahan sekaligus memperkuat keberlanjutan industri dan kesejahteraan petani kelapa.

Kehadiran di Trade Expo Indonesia 2026 memberi RAI panggung untuk menjangkau pembeli luar negeri. Produk turunan kelapa selama ini menjadi komoditas yang permintaannya stabil di pasar ekspor.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks