BANTEN — Garudayaksa FC menutup pekan kedelapan Super League dengan kemenangan 3-1 atas PSS Sleman yang harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (1/11) malam WIB. Brian Rubio menjadi bintang laga lewat dua golnya, sementara kartu merah Kevin Gomes membuat misi kebangkitan PSS kandas.
Kemenangan ini mengangkat Garudayaksa ke peringkat ke-13 klasemen dengan koleksi delapan poin. PSS Sleman justru semakin terbenam di zona degradasi, tepatnya posisi ke-16 dengan empat poin dari delapan pertandingan yang sudah dijalani.
Tuan rumah membuka keunggulan cepat saat laga baru berjalan 11 menit. Kesalahan koordinasi di lini belakang PSS dimanfaatkan Brian Rubio untuk membobol gawang tim tamu dan mengubah skor menjadi 1-0.
Tujuh menit berselang, Garudayaksa menggandakan keunggulan lewat aksi individu Jayro Jean. Tembakan melengkung pemain itu mengarah ke tiang jauh dan kembali membuat gawang PSS bergetar.
Petaka datang bagi PSS menjelang akhir babak pertama. Bek Kevin Gomes diusir wasit setelah melanggar Muhammad Sihran yang berlari sendirian mendekati kotak penalti, sehingga tim asuhan Peter Huistra harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38.
Bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, PSS sempat memberi kejutan. Sundulan Gustavo Tocantins memanfaatkan umpan silang pada menit ke-71, dan kiper Garudayaksa Dominik Holek tidak mampu membendung bola.
Harapan PSS memperkecil ketertinggalan hanya bertahan lima menit. Rapuhnya pertahanan tim tamu kembali dimanfaatkan Rubio, yang menyontek sodoran umpan Jayro untuk mencetak gol keduanya di laga ini sekaligus menutup skor 3-1.
Skor tersebut bertahan hingga babak kedua berakhir. Kombinasi Jayro dan Rubio terbukti menjadi pembeda utama, dengan keduanya terlibat langsung dalam seluruh tiga gol kemenangan Garudayaksa.
Bagi PSS, kekalahan ini memperpanjang tekanan di papan bawah. Peter Huistra perlu segera membenahi disiplin pemain, mengingat kartu merah Gomes menjadi titik balik yang membuat timnya kehilangan momentum.