CILEGON — Pertunjukan teater yang dipentaskan warga binaan Lapas Kelas IIA Cilegon menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian melalui pendekatan seni dan budaya. Program tersebut dirancang bukan sekadar menyalurkan kreativitas, tetapi juga mengembangkan potensi diri dan membangun kepercayaan diri penghuni lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon Wahyu Trah Utomo menilai pendekatan seni dan budaya menjadi sarana membentuk karakter sekaligus menggali potensi warga binaan. Menurutnya, setiap penghuni lapas punya kesempatan berkembang dan menghasilkan karya meski berada di balik jeruji.
Pesan Kepala Lapas: Keterbatasan Bukan Penghalang Berkarya
Wahyu menegaskan bahwa ruang ekspresi lewat teater dibuka agar warga binaan bisa membuktikan kemampuan mereka di hadapan publik. Ia menyampaikan pesan itu langsung di hadapan peserta pertunjukan.
"Di balik setiap pintu, ada cerita dan harapan. Melalui seni, warga binaan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya, bertumbuh, dan membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Pertunjukan teater berkolaborasi dengan Progresif Indonesia itu disebut menjadi salah satu bukti bahwa warga binaan mampu berkreativitas dan menunjukkan kemampuan melalui ruang pembinaan yang tersedia.
Wawalkot Cilegon Minta Program Seni di Lapas Jadi Percontohan
Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap program pembinaan melalui seni dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain. Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya menyangkut pendidikan formal, tetapi juga proses membangun karakter, empati, dan kemampuan individu.
"Ini harus jadi percontohan. Kebanyakan kita melihat di setiap rutan itu di buku, film, di mana pun, mereka tidak melalui riset yang sama, langsung menulis," ujarnya.
Fajar juga menegaskan bahwa warga binaan tetap memiliki identitas dan potensi untuk menghasilkan karya. Ia menyebut pertunjukan teater sebagai bukti nyata kemampuan mereka berkreativitas di ruang pembinaan yang tersedia.
"Saya enggak senang orang di sini dianggap salah. Mereka punya karya, ini buktinya. Setiap manusia punya identitas," katanya.
Pemkot Cilegon Janji Perkuat Kolaborasi Pembinaan
Pemerintah Kota Cilegon berupaya memperkuat kolaborasi agar program pembinaan bagi warga binaan semakin optimal. Fajar berharap kegiatan positif tersebut terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan dukungan berbagai pihak.
"Pesan saya, apa yang baik terus dijalankan. Tentunya dengan support teman-teman semua, pemerintah akan terus berupaya bagaimana bisa berkolaborasi dengan baik," tuturnya.
Pertunjukan teater itu menjadi penanda bahwa pembinaan di Lapas Cilegon tidak berhenti pada pendidikan formal. Seni dan budaya dipakai sebagai jalur untuk membangun karakter, empati, dan kepercayaan diri warga binaan selama menjalani masa pidana.