Pencarian

Pengelolaan Air Serpong Lagoon Beralih ke PT PITS, 176 Warga Terdampak E. Coli Minta Tarif Tak Naik

Rabu, 28 Oktober 2026 • 11:16:31 WIB
Pengelolaan Air Serpong Lagoon Beralih ke PT PITS, 176 Warga Terdampak E. Coli Minta Tarif Tak Naik
Direktur PT Arfa Putra Soegama Muslimin Bora menyampaikan pengalihan pengelolaan air ke PT PITS setelah berkonsultasi dengan Pemkot Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN — Direktur PT Arfa Putra Soegama Muslimin Bora menyebut pengalihan pengelolaan air ke PT PITS dilakukan setelah pihaknya berkonsultasi dan menerima masukan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Perusahaan menyerahkan keputusan akhir ke pemda karena PITS dinilai menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam urusan air minum.

Serah terima itu belum menyentuh rincian teknis. Warga baru mendapat gambaran umum bahwa aset jaringan, distribusi pipa, dan data pelanggan ikut berpindah tangan.

Apa Isi Kesepakatan antara Arfa Putra Soegama dan PT PITS?

Perwakilan warga Serpong Lagoon, Yudi, meminta proses pengalihan dibuka secara transparan. Menurut dia, warga berhak tahu butir kesepakatan kedua perusahaan, terutama pasal yang menyangkut hak konsumen.

Yudi menyoroti potensi perpindahan dokumen pelanggan ke PT PITS. Data itu, kata dia, tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai komoditas dagang.

"Tadi disampaikan bahwa jangan cuma menjual aset dan distribusi pipanya saja, tapi mereka kan juga akan jual data konsumen nih. Jangan sampai dokumen konsumen di sini dirugikan," ujar Yudi.

Skema Subkontrak Picu Kekhawatiran Tarif Air Naik Dua Kali

Kekhawatiran terbesar warga adalah tarif air setelah pengelolaan berpindah ke PT PITS. Yudi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima warga, PITS berposisi sebagai subkontraktor yang membeli air dari PDAM sebelum menyalurkannya ke kawasan Serpong Lagoon.

Rantai pasok itu membuat harga air melewati dua lapis transaksi. Biaya tambahan berpotensi dibebankan ke konsumen di ujung jaringan.

"Karena PITS sendiri di sini kan ternyata hanya subkon. PITS beli ke PDAM, dari PDAM ke PITS, PITS baru ke sini. Jadi kan harganya akan dua kali kena margin tuh," kata Yudi.

176 Warga Terkena Muntaber, Tuntutan Kompensasi Rp539 Juta

Pengalihan pengelolaan terjadi di tengah kasus kesehatan yang belum tuntas. Sedikitnya 176 warga Serpong Lagoon dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, mulai dari muntah dan diare hingga muntaber.

Gangguan itu diduga berkaitan dengan konsumsi air yang mengandung bakteri Escherichia coli dari jaringan yang dikelola PT Arfa Putra Soegama. Sejumlah warga telah mengajukan tuntutan kompensasi Rp539 juta untuk menutup biaya pengobatan rawat inap maupun rawat jalan.

Muslimin menyampaikan rencana pengalihan usai pertemuan dengan warga pada Selasa sore. Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT PITS maupun Pemkot Tangerang Selatan soal jadwal serah terima dan skema tarif baru.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbisbanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks