Pencarian

Prabowo Resmikan Pabrik Baterai CATL-Antam, Total Ada Tiga di RI

Jumat, 30 Oktober 2026 • 08:52:01 WIB
Prabowo Resmikan Pabrik Baterai CATL-Antam, Total Ada Tiga di RI
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik kerja sama CATL, Antam, dan IBC.

BANTEN — Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC) dalam waktu dekat. Peresmian itu menandai beroperasinya pabrik baterai mobil listrik ketiga di Indonesia, setelah fasilitas Hyundai di Karawang dan pabrik di kawasan Weda Bay, Halmahera.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan pabrik tersebut sudah mulai berproduksi sehingga peresmian tinggal menunggu jadwal Presiden. Menurut Bahlil, fasilitas itu lebih dulu menjalani groundbreaking beberapa waktu lalu dan kini masuk tahap operasional.

Dengan tambahan satu pabrik, Indonesia akan memiliki tiga fasilitas produksi baterai mobil listrik sekaligus. Bahlil menyebut capaian itu menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak dimiliki banyak negara.

Tiga Pabrik Baterai yang Sudah Beroperasi

Pabrik pertama dioperasikan Hyundai melalui PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas 10 GWh. Fasilitas kedua berada di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera dengan keterlibatan investasi perusahaan asal China.

Adapun pabrik ketiga merupakan hasil kerja sama CATL dengan Antam yang akan diresmikan Prabowo. "Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi. Dengan demikian, maka sudah ada tiga pabrik baterai mobil kita yang ada di Indonesia," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Rantai Pasok Terintegrasi dari Tambang hingga Sel Baterai

Bahlil menekankan ketiga pabrik itu melengkapi ekosistem baterai nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Rantai produksinya mencakup penambangan, smelter, high pressure acid leaching (HPAL), prekursor, katoda, hingga battery cell.

"Nah, ini artinya apa? Ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining, smelter, HPAL, prekursor, katoda, sampai battery cell," kata Bahlil. "Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi, ya," imbuh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu.

Sebelumnya, Bahlil juga memastikan dua proyek pabrik baterai EV dari konsorsium LG dan CATL telah selesai dibangun. Pemerintah tinggal menyesuaikan jadwal Presiden untuk peresmiannya.

Fokus pada Baterai NMC, Bukan LFP

Pemerintah memilih mengoptimalkan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) karena didukung cadangan nikel yang melimpah. Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dinilai lebih cocok untuk kendaraan jarak pendek, sementara NMC punya daya jelajah lebih baik untuk perjalanan jauh.

"Karena kita memiliki bahan baku nikel yang melimpah, fokus utama ekosistem kendaraan listrik kita adalah mengoptimalkan baterai berbasis nikel (NMC). Ke depan, regulasi dan insentif akan terus disesuaikan untuk mendukung penyerapan industri dalam negeri," ujar Bahlil.

Beroperasinya tiga pabrik baterai itu memperkuat posisi Indonesia sebagai calon pusat industri kendaraan listrik dunia. Bagi pemasok nikel dan perusahaan tambang dalam negeri, hilirisasi ini memperpanjang rantai nilai komoditas sekaligus membuka peluang investasi lanjutan di sektor rantai pasok kendaraan listrik.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks