TANGSEL — Kekhawatiran itu muncul karena Kodiklat TNI menjadi lokasi pertandingan sejumlah cabang olahraga. Berdasarkan informasi narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, kegiatan Mabes TNI tersebut diperkirakan dihadiri sekitar seribuan orang.
“Karena ada kegiatan dari Mabes TNI yang hadir seribuan orang kalau tidak salah, Kodiklat TNI diharuskan steril,” ungkap narasumber, Senin, 2 November 2026.
Sejumlah cabor direncanakan memakai fasilitas di kawasan Buaran itu. Di antaranya Kempo, Ju Jitsu, Panahan, dan Drumband Outdoor.
Modern Pentathlon juga disebut berpotensi menggunakan fasilitas serupa. Kepastian lokasinya masih perlu dikonfirmasi panitia.
Porprov VII Banten 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada 15 November 2026. Kegiatan internal TNI yang diperkirakan berlangsung sekitar 20 November berpotensi bersinggungan dengan jadwal pertandingan sejumlah cabor.
Persoalannya, pertandingan sekitar 60 cabor tidak digelar serentak. Ada cabor yang memulai pertandingan pada hari kedua, ketiga, dan hari-hari berikutnya.
Karena itu, jadwal pertandingan di Kodiklat TNI perlu dipastikan kembali agar tidak berbenturan dengan agenda internal tersebut.
Tanpa solusi atau penyesuaian jadwal, bukan tidak mungkin pertandingan sejumlah cabor dipindahkan ke lokasi lain. Kondisi itu berpotensi memengaruhi kesiapan teknis panitia, jadwal atlet, hingga kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
Kota Tangsel menyiapkan 70 venue untuk mengakomodasi sekitar 60 cabang olahraga. Puluhan venue itu terdiri dari 22 venue milik Pemkot Tangsel, 32 venue swasta, 11 venue instansi vertikal, empat venue milik pemerintah di luar Tangsel, serta satu venue swasta di luar Tangsel.
Venue pertandingan tersebar di sejumlah wilayah Kota Tangsel dan daerah lain. Berikut daftar berdasarkan cabang olahraga:
Panitia Porprov VII Banten 2026 belum memberi keterangan resmi soal opsi penjadwalan ulang maupun relokasi cabor dari Kodiklat TNI. Kepastian itu dinantikan mengingat pembukaan Porprov tinggal menghitung hari.