Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan kereta api tidak resmi yang masih beroperasi tanpa palang pintu standar. Langkah ini menyusul komitmen PT Kereta Api Indonesia untuk menutup ribuan perlintasan liar dan meningkatkan sistem keselamatan transportasi rel.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan keselamatan perlintasan menjadi perhatian serius dan memerlukan penanganan konsisten. Data terbaru menunjukkan kondisi kritis: dari 3.888 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatra, sebanyak 1.089 titik merupakan perlintasan liar tanpa pengamanan memadai.
Perlintasan Liar Picu Risiko Tinggi
Perlintasan liar yang berada di luar pengaturan resmi mempersempit ruang aman antara kereta dan aktivitas warga. Lokasi-lokasi tersebut tidak dilengkapi palang pintu, lampu sinyal, atau rambu peringatan standar yang seharusnya menjadi sistem pertahanan utama.
"Setiap perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan," kata Bobby Rasyidin, Jumat (1/5/2026).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan penutupan perlintasan liar merupakan bagian integral dari penataan infrastruktur. Sejak 2017 hingga April 2026, KAI telah menutup 2.220 perlintasan liar bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengarahkan warga ke penyeberangan yang lebih aman.
Tangerang Fokus Perbaikan Fasilitas
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan rencana pemeriksaan lapangan untuk mengecek kondisi palang pintu di setiap perlintasan. Evaluasi mencakup kelengkapan rambu, lampu sinyal, dan penjagaan petugas sebagai fasilitas pendukung keselamatan.
"Palang pintu sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa," kata Soma Atmaja.
Pemerintah daerah sebelumnya telah membangun fasilitas serupa di wilayah Cikuya beberapa tahun lalu. Pendataan perlintasan secara menyeluruh akan memperkuat sistem keselamatan dan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih memerlukan upgrade fasilitas.
Perbaikan Jalan di Stasiun Poris
Dinas PUPR Kota Tangerang mulai memperbaiki jalan rusak di perlintasan rel Stasiun Poris di Jalan Maulana Hasanuddin, Batuceper. Kerusakan parah disebabkan tingginya beban lalu lintas harian dan diprioritaskan karena lokasi tersebut menjadi jalur penting mobilitas kendaraan.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Iwan Nursyamsu mengatakan, "Kami melakukan pengaspalan agar jalan kembali aman dilalui," Perbaikan juga bertujuan mengurangi kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan di area perlintasan yang rawan.
Strategi Komprehensif KAI Kurangi Kecelakaan
KAI juga mengupayakan peningkatan 564 perlintasan sebidang menjadi tidak sebidang melalui pembangunan flyover dan underpass. Sejalan dengan itu, program edukasi keselamatan gencar dilakukan dengan 4.988 kegiatan sosialisasi di berbagai perlintasan sejak 2024 hingga April 2026.
Sebanyak 687 edukasi digelar di sekolah dan tempat ibadah, serta 1.745 media peringatan keselamatan dipasang di lokasi-lokasi strategis. Anne Purba menekankan bahwa disiplin masyarakat menjadi faktor utama: kebiasaan berhenti dan memastikan area aman harus dijaga sebagai bagian dari perlindungan bersama.