CILEGON — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten terus memperketat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional Pelabuhan Ciwandan. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan keselamatan pekerja sekaligus menjaga keandalan layanan pelabuhan di tengah tingginya aktivitas distribusi barang.
Penguatan budaya K3 tersebut dilakukan melalui peningkatan disiplin keselamatan, pengawasan operasional yang ketat, serta pembinaan berkelanjutan bagi pekerja dan mitra penyedia jasa pelabuhan. Pelindo berupaya memastikan setiap aktivitas di lapangan berjalan tertib guna mendukung kelancaran arus barang yang menjadi tumpuan ekonomi daerah.
Manajemen Pelindo Regional 2 Banten menilai bahwa kepatuhan terhadap prosedur keselamatan bukan sekadar pemenuhan regulasi. Hal ini merupakan elemen krusial dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang dapat menghambat efisiensi operasional pelabuhan secara keseluruhan.
Pengawasan Ketat SOP Bongkar Muat di Dermaga
Implementasi K3 di Pelabuhan Ciwandan diwujudkan melalui serangkaian langkah operasional konkret di lapangan. Pelindo melakukan kampanye kesadaran keselamatan kerja secara masif kepada para buruh, operator alat berat, hingga mitra logistik yang beraktivitas di zona dermaga.
Selain kampanye, tim operasional rutin menggelar inspeksi mendadak di area kerja untuk memantau kepatuhan personel terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penegakan disiplin Standard Operating Procedure (SOP) juga dilakukan pada setiap tahapan kegiatan bongkar muat dan pergerakan armada truk logistik di dalam pelabuhan.
Pelindo Regional 2 Banten juga terus mendorong keterlibatan dan sinergi seluruh pihak di lingkungan pelabuhan. Kesadaran bersama ini sangat penting agar keselamatan kerja diposisikan sebagai prioritas absolut yang tidak bisa ditawar dalam setiap proses bisnis.
Peran Strategis Pelabuhan Ciwandan dalam Rantai Pasok
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menekankan bahwa penerapan budaya keselamatan adalah fondasi utama dalam membangun tata kelola pelabuhan yang profesional dan berkelanjutan. Tanpa standar keselamatan yang tinggi, produktivitas pelabuhan mustahil dapat dipertahankan secara optimal.
"Keselamatan kerja adalah fondasi utama dari operasional pelabuhan. Dengan memperkuat budaya K3, kami ingin memastikan seluruh aktivitas di Pelabuhan Ciwandan memenuhi standar keselamatan tinggi, sehingga memberikan rasa aman bagi pekerja maupun pengguna jasa," ujar Benny Ariadi.
Benny menjelaskan lebih lanjut bahwa Pelabuhan Ciwandan memegang peran sebagai simpul strategis dalam rantai pasok logistik nasional. Oleh karena itu, operasional pelabuhan harus didukung oleh sistem kerja yang terukur, disiplin, dan bertanggung jawab agar tidak terjadi gangguan pada distribusi barang.
Membangun Ekosistem Pelabuhan yang Resilien
Pihak manajemen berkomitmen menjadikan K3 sebagai bagian integral dari budaya kerja sehari-hari, bukan hanya protokol saat ada pemeriksaan. Konsistensi dalam implementasi di lapangan menjadi kunci bagi Pelindo untuk memberikan pengalaman layanan yang optimal bagi para pelanggan dan pemilik barang.
"Komitmen ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya kami menjaga keandalan layanan pelabuhan dan memberikan pengalaman layanan yang semakin optimal bagi pelanggan kami. Lingkungan kerja yang aman dan tertib menjamin produktivitas operasional yang maksimal," kata Benny Ariadi.
Melalui langkah strategis ini, Pelindo Regional 2 Banten berupaya menciptakan ekosistem operasional pelabuhan yang aman, tertib, dan andal. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menyediakan jasa kepelabuhanan terbaik dengan standar keamanan internasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten dan sekitarnya.