TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Dana hibah sebesar Rp 50 miliar dikucurkan untuk menopang seluruh rangkaian pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa alokasi anggaran ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menyambut ribuan atlet dari seluruh wilayah Banten. "Dana itu sebesar Rp 50 miliar," ujar Pilar saat memberikan keterangan pada Senin (4/5/2026).
Anggaran Rp 50 Miliar untuk 58 Cabang Olahraga
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah menetapkan sebanyak 58 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam ajang empat tahunan ini. Spektrum kompetisi mencakup berbagai kategori, mulai dari permainan seperti sepak bola, bulu tangkis, dan e-sport, hingga kategori bela diri seperti pencak silat dan karate.
Meski anggaran Rp 50 miliar telah disiapkan, panitia mengakui masih ada celah pendanaan. Saat ini, dana tersebut baru mencakup kebutuhan untuk 52 cabang olahraga. Pemerintah Kota Tangsel kini tengah menunggu dukungan pendanaan tambahan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk menutupi kekurangan tersebut.
Pilar menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali. "Kick-off ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol semangat, komitmen, dan kesiapan kita bersama. Ini sarana pembinaan atlet, penguatan sportivitas, serta mempererat persatuan masyarakat Banten," katanya.
Maskot Kuda dan Kera Hasil Karya Orisinal
Sebagai identitas visual, Pemkot Tangsel telah meluncurkan maskot kuda dan kera dengan slogan "Tangsel Jawara". Menariknya, seluruh desain logo dan maskot ini merupakan hasil karya putra daerah melalui sayembara "Ngelogo-in" yang digelar pada 2025.
Pilar menjamin bahwa seluruh aset visual tersebut bukan merupakan produk kecerdasan buatan (AI). Hal ini menjadi poin penting untuk mengapresiasi kreativitas seniman lokal. "Ini jelas bukan AI, tetapi karya tangan manusia," tegasnya.
Tantangan Verifikasi Venue dan Kerja Sama Pihak Ketiga
Salah satu pekerjaan rumah terbesar panitia saat ini adalah penetapan arena pertandingan. Pemerintah kota telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah calon venue, namun keputusan akhir tetap berada di tangan KONI Banten. Kendala utama muncul karena tidak semua fasilitas olahraga berada di bawah kendali pemerintah daerah.
Untuk menyiasati hal ini, Pemkot Tangsel menjajaki kerja sama sewa lahan dan fasilitas dengan berbagai pihak. Lokasi pertandingan rencananya akan tersebar di area milik pengembang swasta, perguruan tinggi, hingga fasilitas milik TNI dan Polri. Langkah ini diambil guna memastikan 58 cabor mendapatkan tempat pertandingan yang representatif.
KONI Banten Minta Panitia Segera Bergerak
Ketua KONI Provinsi Banten, Agus Rasyid, mendesak agar panitia besar di Tangerang Selatan bergerak lebih taktis. Instruksi ini menyusul penyerahan Surat Keputusan (SK) kepanitiaan di Gedung Pemkot Tangsel pada akhir Mei lalu.
“Penetapan SK ini menjadi titik awal yang sangat penting. Seluruh perangkat kepanitiaan harus segera bergerak secara terstruktur dan terarah,” kata Agus.
Ia menekankan bahwa sinergi antara KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, dan pemerintah daerah adalah kunci keberhasilan acara. Targetnya, Porprov VII tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menjaring atlet potensial yang akan mewakili Banten di tingkat nasional.