Pencarian

50 Pemuda Banten Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Semi Militer di Pandeglang, Tinggal di Barak 12x6 Meter

Rabu, 13 Mei 2026 • 18:09:30 WIB
50 Pemuda Banten Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Semi Militer di Pandeglang, Tinggal di Barak 12x6 Meter
pemuda Banten mengikuti pelatihan kepemimpinan semi militer di Pandeglang dengan tinggal di barak terpisah putra-putri.

PANDEGLANG — Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar pelatihan kepemimpinan bagi 50 pemuda di Kawasan Life Skill Kepemudaan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Keroncong, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini berlangsung pada 12 hingga 13 Mei 2026.

Para peserta tidak hanya mengikuti materi di dalam ruangan. Mereka juga menjalani pelatihan lapangan, penguatan kedisiplinan, dan tinggal di barak yang dipisahkan antara peserta putra dan putri. Metode ini sengaja dirancang untuk membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda.

Pemuda di Persimpangan Bonus Demografi

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa, terutama saat Indonesia menghadapi bonus demografi. Menurutnya, pelatihan ini menjadi ajang untuk mengarahkan potensi pemuda ke peran positif.

“Adik-adik sebagai para pemuda harus bisa menentukan pilihan. Apakah ingin berperan positif atau menyumbangkan peran negatif dalam pembangunan. Pelatihan ini adalah untuk mengarahkan pilihan tersebut,” kata Deden.

Ia menambahkan, organisasi kepemudaan menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengasah pengalaman sebelum terjun ke masyarakat. “Organisasi adalah ruang belajar. Pemuda yang aktif berorganisasi akan lebih siap menjadi bagian dari pembangunan,” ujarnya.

Harapan Peserta: Pelatihan Berkelanjutan hingga Pelibatan dalam Kebijakan

Salah satu peserta, Fauzul Hakim, alumnus Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai metode tinggal di barak dan aktivitas luar ruangan memberi pengalaman baru dalam membangun kebersamaan.

Namun, Fauzul mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak bisa instan. Ia berharap Pemprov Banten tidak berhenti pada pelatihan dua hari, melainkan memperbanyak kegiatan serupa dan melakukan tindak lanjut agar hasilnya maksimal.

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini, di mana ada langkah kolaboratif yang lebih kuat antara pemuda Banten dan Pemprov untuk mendukung pembangunan provinsi,” ujar Fauzul. Ia juga berharap pelibatan pemuda tidak hanya dalam pelatihan, tetapi juga dalam proses penyusunan kebijakan daerah.

Komposisi Peserta dan Materi Pelatihan

Kepala Dispora Provinsi Banten Ahmad Syaukani merinci, peserta pelatihan terdiri dari 24 perwakilan Dinas Kepemudaan kabupaten/kota, 16 peserta dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tingkat provinsi, dan 10 peserta dari unsur perguruan tinggi.

“Tujuan utama kegiatan ini memberikan dasar-dasar kepemimpinan, memfasilitasi kolaborasi, serta memperluas wawasan bagi pemuda yang sudah memiliki basis organisasi,” kata Syaukani.

Materi pelatihan disampaikan oleh unsur Dispora Provinsi Banten, praktisi, serta melibatkan berbagai unsur kepemudaan. Fokus kegiatan diarahkan pada pembangunan semangat kepemimpinan, kebersamaan, dan kerja sama tim melalui pelatihan lapangan dan pembinaan karakter.

Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks