SERANG — Dua paguyuban duta fakultas di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yaitu Duta Fakultas Dakwah (FADA) dan Duta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), menggelar studi banding. Forum Group Discussion (FGD) menjadi format utama kegiatan yang digelar di lingkungan kampus tersebut.
Stigma Duta Fakultas: Ikon Tanpa Kontribusi?
Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah anggapan sebagian mahasiswa bahwa keberadaan duta fakultas hanya sebagai simbol semata. Ketua Duta FEBI, Junaedi, menyebut tantangan ini harus dijawab dengan program kerja yang lebih konkret.
“Masih ada stigma bahwa duta hanya menjadi ikon fakultas. Solusinya adalah menghadirkan program kerja yang berdampak seperti konten edukatif, sosialisasi fakultas, dan kolaborasi kegiatan bersama organisasi mahasiswa,” ujar Junaedi.
Belajar Branding dan Manajemen Organisasi
Studi banding ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi. Ketua Duta Fakultas Dakwah, Muhammad Hafiz Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas relasi dan memperkuat hubungan kedua paguyuban.
“Kami ingin belajar mengenai manajemen, pengelolaan, serta cara membangun branding organisasi,” kata Hafiz.
Diskusi juga menyentuh sistem koordinasi internal, strategi pengembangan anggota, hingga media sosial sebagai alat branding. Duta FEBI dinilai cukup aktif di media sosial dan kegiatan fakultas, sehingga menjadi mitra yang tepat bagi Duta FADA.
Kolaborasi Lintas Karakteristik: Komunikasi vs Ekonomi Syariah
Perbedaan karakteristik kedua fakultas justru melahirkan ide kolaborasi baru. Duta FEBI dikenal aktif dalam edukasi ekonomi syariah dan entrepreneurship. Sementara itu, Duta FADA unggul dalam bidang komunikasi, media kreatif, dan public speaking.
“Misi besarnya adalah menciptakan sinergi antarfakultas agar duta tidak hanya eksis di lingkup sendiri, tetapi mampu membawa dampak kolektif bagi universitas melalui pertukaran ide,” lanjut Hafiz.
Junaedi menambahkan bahwa pihaknya merasa terbuka dan senang menjadi mitra studi banding. Hubungan baik kedua paguyuban sudah terjalin sejak periode sebelumnya, sehingga diskusi berjalan lebih hangat dan produktif.
Program Kerja Unggulan Jadi Bahasan Utama
Dalam FGD tersebut, kedua pihak membahas sejumlah poin penting. Mulai dari profil organisasi, program kerja unggulan, hingga strategi pengembangan anggota. Sesi sharing pengalaman, ice breaking, review materi, hingga makan bersama turut mempererat silaturahmi antaranggota.
Ke depan, kedua paguyuban berencana menindaklanjuti hasil diskusi dengan program kolaborasi lintas fakultas. Tujuannya, memperkuat peran duta fakultas sebagai agen perubahan yang tidak hanya dikenal di internal kampus, tetapi juga di masyarakat luas.