JAKARTA — Industri perfilman horor Indonesia kembali mendapat suntikan gairah. 402 Rumah Sakit Angker Korea, remake resmi dari film Korea Gonjiam: Haunted Asylum, dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026. Film ini diyakini mampu menghidupkan kembali tren horor bergaya found footage di dalam negeri.
Misteri Kamar 402 Tetap Jadi Pusat Teror
Film asli Gonjiam dikenal sebagai salah satu film horor paling mencekam dalam satu dekade terakhir. Alur ceritanya berpusat pada eksplorasi rumah sakit jiwa terbengkalai yang angker, dengan kamar bernomor 402 sebagai pusat misteri. Keputusan tim produksi untuk menghilangkan musik latar menjadi kunci utama ketegangan; penonton hanya mendengar suara langkah kaki, bisikan samar, dan napas panik para karakter.
“Kami sengaja membuat pengalaman menonton terasa mentah dan nyata. Ketika suara di sekitar terdengar alami, penonton akan lebih mudah larut dalam rasa takut,” demikian pernyataan pihak produksi film original saat menjelaskan pendekatan kreatif mereka.
Sentuhan Lokal: Dari Bisikan hingga Sosok di Bak Mandi
Versi Indonesia yang disutradarai Anggy Umbara menghadirkan interpretasi baru. Misteri kamar 402 tetap menjadi inti cerita, tetapi akan dibumbui elemen supranatural khas Indonesia. Banyak penggemar mulai berspekulasi soal adegan paling menyeramkan, mulai dari bisikan misterius di lorong gelap, kemunculan sosok di bak mandi, hingga kemungkinan hadirnya makhluk mistis lokal yang belum pernah muncul di versi Korea.
“Penonton Indonesia punya kedekatan emosional dengan cerita-cerita mistis. Kami ingin menghadirkan ketakutan yang tidak hanya mengejutkan, tetapi juga membekas setelah keluar bioskop,” ujar salah satu tim kreatif produksi film tersebut.
Deretan Pemain Muda Populer Jadi Daya Tarik
Untuk menarik generasi muda pecinta horor, film ini dibintangi oleh Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Aylena Fusil, serta Jang Han-Sol. Kehadiran para pemain muda populer itu diyakini menjadi daya tarik tambahan sekaligus jembatan untuk memperkenalkan genre found footage kepada penonton yang lebih luas.
Dengan jadwal tayang yang masih lebih dari satu tahun ke depan, antusiasme publik sudah terlihat dari perbincangan di media sosial. Film ini diprediksi menjadi salah satu tontonan horor yang paling dinantikan pada pertengahan 2026. (san)