LEBAK — Jalan utama di Kampung Pasir Laja, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, putus total akibat longsor dan pergeseran tanah yang terjadi Jumat malam (15/5). Material tanah bergerak dan meretakkan badan jalan hingga akhirnya amblas, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas sama sekali.
Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari mengantar anak ke sekolah hingga distribusi barang kebutuhan pokok. Warga setempat menyebut kondisi ini langsung melumpuhkan perekonomian di kampung mereka.
Berawal dari Retakan Kecil, Jalan Amblas dalam Hitungan Jam
Salah seorang warga, Asep (42), menuturkan longsor terjadi secara bertahap. Awalnya, ia melihat retakan kecil di permukaan aspal setelah hujan deras mengguyur sejak sore. Namun, dalam beberapa jam, retakan itu melebar drastis.
“Awalnya cuma retak kecil, tapi lama-lama tanah bergerak dan jalan langsung amblas. Sekarang kendaraan sudah tidak bisa lewat,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (17/5).
Asep menambahkan, tanah di lokasi masih terus bergerak hingga Minggu sore. Ia khawatir longsor susulan akan memperparah kerusakan dan meluas ke pemukiman warga.
Warga Pasang Tanda Darurat, Khawatir Korban Jiwa
Warga lainnya, Rina (35), mengaku cemas dengan kondisi tanah yang labil. Ia mendesak pemerintah daerah segera turun tangan sebelum bencana susulan menimbulkan korban jiwa.
“Kami takut longsornya tambah besar karena tanah masih terus bergerak. Harapannya pemerintah cepat turun tangan sebelum ada korban,” ujarnya.
Saat ini, warga bersama aparat setempat memasang tanda darurat dan garis pembatas di sekitar lokasi. Langkah ini untuk mencegah pengendara yang nekat melintas di tengah kondisi jalan yang terputus dan rawan ambles.
Harapan Warga: Perbaikan Darurat Segera Dilakukan
Warga Kampung Pasir Laja berharap pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan penanganan darurat. Mengingat jalan tersebut adalah satu-satunya akses, aktivitas warga bakal lumpuh total jika perbaikan tak segera dilakukan.
“Kalau tidak segera diperbaiki, aktivitas warga bakal terganggu total,” kata Asep.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait langkah penanganan longsor di Cilograng. Warga berharap alat berat dan material perbaikan bisa segera dikerahkan sebelum musim hujan kembali tiba.