SERANG — Goresan pena dan sapuan cat air akan memenuhi kawasan Taman Sari dan Royal Baroe, Kota Serang, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Ribuan karya sketsa dijadwalkan lahir dari tangan para seniman yang tergabung dalam Jambore Sketsa Sketghwalk Volume 2.
Mengusung tema “Merekam Jejak Merayakan Kisah”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas komunitas. Bukan hanya seniman profesional, pelajar, komunitas, hingga warga biasa dipersilakan ikut serta mendokumentasikan dinamika Kota Serang lewat sketsa langsung di lokasi.
Revitalisasi Taman Sari Jadi Inspirasi Utama
Ketua Umum Serang Sketghwalk, Junita Bahari Nonci, mengatakan pemilihan Taman Sari dan Royal Baroe bukan tanpa alasan. Dua ruang publik itu dinilai sebagai ikon perubahan Kota Serang yang paling terasa belakangan ini.
“Kawasan ini merepresentasikan perkembangan kota. Lewat sketsa, kita ingin memperlihatkan bahwa Kota Serang memiliki banyak cerita yang menarik untuk direkam,” ujar perempuan yang akrab disapa Nita Nonci itu usai bertemu Wakil Wali Kota Serang di Puspemkot Serang, Senin (18/5/2026).
Menurut Nita, urban sketching memiliki nilai lebih ketimbang fotografi. Sebab, kata dia, goresan tangan mampu menangkap sudut pandang subjektif seniman terhadap suasana, arsitektur, hingga denyut ekonomi masyarakat.
Bukan Sekadar Pameran, Ada Dampak Ekonomi
Panitia tidak hanya menyiapkan aktivitas menggambar massal. Ratusan karya sketsa yang sudah jadi juga akan dipamerkan sebagai dokumentasi visual perkembangan Kota Serang. Pameran ini menjadi semacam arsip visual yang merekam perubahan wajah kota dari waktu ke waktu.
Lebih dari itu, Jambore Sketsa Sketghwalk Vol 2 dirancang untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Pelaku UMKM lokal, komunitas kreatif, dan pemerintah daerah akan berada dalam satu ruang kolaborasi. Nita berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda kreatif berkelanjutan yang memperkenalkan potensi budaya dan seni visual Serang ke khalayak lebih luas.
Pemkot Serang Siap Dukung Ekosistem Kreatif
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menyambut baik inisiatif komunitas ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bukti bahwa potensi warga bisa tumbuh jika difasilitasi dengan tepat.
“Ibarat puzzle, kita akan satukan semua pelaku dan pegiat di Kota Serang untuk sama-sama tumbuh,” ujar Agis.
Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait ikut memfasilitasi kebutuhan di lapangan. Pemkot Serang, kata Agis, berkomitmen membenahi ruang publik dan infrastruktur kota agar bisa dimanfaatkan maksimal untuk aktivitas kreatif, sosial, maupun ekonomi.
Dengan dukungan pemkot dan antusiasme komunitas, Jambore Sketsa Sketghwalk Vol 2 diyakini bukan sekadar ajang seni tahunan. Ia bisa menjadi panggung baru bagi Serang untuk menunjukkan identitasnya sebagai kota yang hidup dan kreatif.