TANGERANG — Bandara Soekarno-Hatta memastikan seluruh persiapan operasional untuk fase kepulangan jemaah haji 1447 H/2026 M sudah rampung. General Manager Bandara Soetta, Heru Karyadi, menyatakan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan telah dimatangkan untuk menjamin kelancaran arus kedatangan selama sebulan penuh.
Dua Penerbangan Perdana Bawa 836 Jemaah
Pada hari pertama, 1 Juni 2026, sebanyak 836 jemaah akan tiba melalui dua penerbangan dari Jeddah. Mereka terbagi atas 391 jemaah Debarkasi Pondok Gede dan 445 jemaah Debarkasi Bekasi, menggunakan armada Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari kesiapan fasilitas, pengaturan alur kedatangan, dukungan personel operasional, hingga koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, telah dipersiapkan secara optimal,” ujar Heru, Minggu (31/5/2026).
Rincian 84 Kloter dan Empat Debarkasi Tujuan
Sepanjang 1–30 Juni 2026, total 84 kloter akan dilayani di Terminal 2F. Rinciannya meliputi 8.701 jemaah Debarkasi Pondok Gede, 12.092 jemaah Debarkasi Bekasi, 9.096 jemaah Debarkasi Banten, serta 4.964 jemaah feeder dari Lampung.
Terminal 2F disiapkan sebagai pusat layanan haji dengan dukungan sistem bagasi, pos kesehatan, dan pengaturan bus pengangkut jemaah menuju debarkasi masing-masing. “Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan operasional haji. Kami akan terus menjaga koordinasi hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air,” tutur Heru.
Imbauan untuk Keluarga: Jangan Jemput Langsung di Terminal
Pihak bandara mengimbau keluarga jemaah untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal. Langkah ini diambil untuk menghindari kepadatan dan menjaga kelancaran arus kedatangan. Setelah tiba, jemaah akan langsung diberangkatkan menuju debarkasi sebelum kembali ke daerah asal masing-masing.
Bandara Soetta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama fase kepulangan haji tahun ini, memastikan seluruh rangkaian operasional berjalan aman, tertib, dan lancar.