Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.844 per Dolar AS, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Kebutuhan Valas Domestik

Senin, 01 Juni 2026 • 10:15:01 WIB
Rupiah Tembus Rp17.844 per Dolar AS, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Kebutuhan Valas Domestik
Rupiah melemah ke posisi Rp17.844 per dolar AS di tengah tekanan geopolitik dan kebutuhan valas domestik.

BANTEN — Mata uang Garuda tercatat turun 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, bergerak seirama dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Yen Jepang melemah 0,14 persen, baht Thailand turun 0,17 persen, dan won Korea Selatan menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,71 persen. Mata uang negara maju seperti euro dan poundsterling juga tak luput dari tekanan.

Dua Beban Sekaligus: Geopolitik dan Musiman

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah saat ini berada dalam fase konsolidasi. "Investor masih wait and see perkembangan kesepakatan AS-Iran yang masih limbung. Selain itu, investor juga mengantisipasi data penting domestik besok yaitu inflasi dan perdagangan," ujarnya.

Harga minyak yang mulai menurun disebut Lukman bisa menjadi katalis positif bagi rupiah. Namun, sentimen utama yang membebani justru datang dari faktor domestik: kebutuhan dolar AS yang melonjak secara musiman.

BI Catat Lonjakan Permintaan Dolar untuk Utang dan Dividen

Bank Indonesia (BI) mengkonfirmasi bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebutkan adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen. Hal ini terjadi di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.

"Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah," kata Ramdan dalam pernyataan resmi pada Jumat (29/5).

Meski demikian, BI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi di pasar. "Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, around the world, around the clock," tegasnya.

Batas Bawah Psikologis Diuji

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada di rentang Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS. Level Rp17.800 menjadi batas bawah psikologis yang harus dijaga. Jika tembus, bukan tidak mungkin tekanan berlanjut hingga pekan ini.

Pelaku pasar kini menunggu dua data domestik kunci yang akan dirilis besok: inflasi Juni dan neraca perdagangan. Kedua data ini akan menjadi sinyal bagi investor asing untuk kembali masuk atau justru menahan diri di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks