Pencarian

Cuaca Panas Ekstrem Bikin Tagihan Listrik Membengkak? PLN Ungkap Pemicu Utamanya Bukan Tarif Naik

Selasa, 02 Juni 2026 • 14:23:11 WIB
Cuaca Panas Ekstrem Bikin Tagihan Listrik Membengkak? PLN Ungkap Pemicu Utamanya Bukan Tarif Naik
Cuaca panas ekstrem meningkatkan penggunaan AC dan kipas angin, menyebabkan tagihan listrik naik.

BANTEN — Media sosial belakangan ramai oleh unggahan pelanggan yang mempertanyakan lonjakan tagihan listrik. Banyak yang menduga tarif dasar listrik (TDL) telah dinaikkan. Namun, manajemen PT PLN (Persero) memberikan penjelasan berbeda.

Bukan Tarif Naik, Tapi Pemakaian yang Melonjak

PLN memastikan tidak ada penyesuaian tarif untuk golongan rumah tangga pada periode tersebut. Faktor utama kenaikan tagihan, menurut perseroan, adalah perubahan perilaku konsumsi listrik di rumah tangga.

Cuaca yang lebih panas dari biasanya memaksa masyarakat menyalakan pendingin ruangan (AC) dan kipas angin lebih lama. "Peningkatan frekuensi dan durasi pemakaian alat elektronik ini berdampak langsung pada konsumsi kilowatt-hour (kWh) bulanan," demikian pernyataan resmi PLN yang diterbitkan, Kamis (16/5).

Aktivitas di Rumah Meningkat, Konsumsi Listrik Ikut Naik

Selain faktor cuaca, tren bekerja dan belajar dari rumah yang masih berlangsung turut mendorong pemakaian listrik. Aktivitas seperti memasak, menyetrika, menonton televisi, hingga mengisi daya gawai dalam waktu bersamaan sepanjang hari membuat meteran listrik berputar lebih cepat.

PLN mencontohkan, penggunaan satu unit AC 1 PK selama 8 jam sehari bisa menyumbang konsumsi hingga 200 kWh per bulan. Jika ditambah dengan setrika, dispenser, dan mesin cuci yang dipakai rutin, total konsumsi bisa melampaui ambang batas pemakaian normal pelanggan.

Cek Pemakaian Sendiri Sebelum Komplain

PLN mengimbau pelanggan untuk mengecek data pemakaian listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Di aplikasi tersebut, pelanggan bisa melihat riwayat pemakaian kWh harian dan membandingkannya dengan bulan sebelumnya.

Jika ditemukan lonjakan drastis, langkah pertama yang disarankan adalah mengaudit peralatan elektronik di rumah. "Cek apakah ada AC yang bocor freon, kulkas yang pintunya tidak rapat, atau setrika yang dibiarkan menyala terlalu lama," tulis PLN dalam keterangannya. Langkah ini dinilai lebih efektif ketimbang langsung menyalahkan sistem pencatatan meteran.

Perseroan juga menegaskan bahwa sistem pencatatan meteran digital yang digunakan saat ini sudah terkalibrasi dan akurat. Dengan demikian, kenaikan tagihan yang terjadi hampir selalu berkorelasi positif dengan kenaikan konsumsi listrik di lapangan.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks