KABUPATEN TANGERANG — Sosok di balik lonjakan penerimaan pajak daerah Kabupaten Tangerang sebesar 17 persen pada 2024 itu ternyata juga seorang pengusaha sukses. Slamet Budhi Mulyanto, Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, baru saja meluncurkan buku biografi yang menyoroti sisi lain kehidupannya: persiapan pensiun yang matang dan jiwa wirausaha yang tak pernah padam. Buku "The Joyful Retirement, Setelah Apel Terakhir" bukan sekadar kisah pensiun, melainkan panduan bagi ASN untuk membangun fondasi bisnis sebelum masa kerja berakhir.
Pujian untuk Silent Innovator dari Tangerang Selatan
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, yang akrab disapa Bang Ben, memberikan pengantar dalam buku tersebut. Ia menyebut Slamet Budhi sebagai "silent innovator" dan tipikal pemimpin masa depan. "Budhi ini tipikal pemimpin masa depan," kata Benyamin dalam buku yang dirilis Ayjo (Ayo Joint Media) itu.
Menurut Benyamin, kepemimpinan tak harus selalu bertali pada jabatan. Ia bisa hadir di dunia usaha, pemberdayaan masyarakat, hingga menjadi inspirasi generasi berikutnya. Semua itu, kata dia, ada pada diri Slamet Budhi Mulyanto.
Dari Warung Bambu hingga The Leader Magazine Award 2025
Buku yang ditulis dengan gaya feature jurnalistik ini mendeskripsikan lika-liku Slamet Budhi membangun entitas bisnisnya. Ia adalah pemilik Warung Bambu di Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, usaha cuci kendaraan Cleangasm, dan kafe Pitcup. Kegiatan akhir pekan ia jalani bersama sang istri, Nurhaidah, dengan mengelola sendiri usaha tersebut, termasuk berbaur dengan pedagang bakso di pasar tradisional untuk menggiling daging.
Di balik sikap low profile-nya, Slamet Budhi menorehkan prestasi gemilang. Ia meraih The Leader Magazine Award 2025 dari Seven Media Asia atas kepemimpinan visionernya. Digiwara Award 2025 menyusul berkat lonjakan penerimaan pajak daerah yang signifikan. Sebelumnya, ia menjadi motor di balik raihan APBD Award 2024 untuk Pendapatan Asli Daerah tertinggi se-Provinsi Banten.
Birokrat yang Tak Pernah Membawa Jabatan ke Rumah
Sikap rendah hati Slamet Budhi diwarisi dari sang ayah, Drs. H. Soejoed, Bupati Ciamis periode 1978-1983. Sejak menjabat camat hingga Kepala Bapenda, ia tak pernah membawa jabatan ke lingkungan tempat tinggal. Ia menolak sopir pribadi dan lebih nyaman menyetir sendiri, bahkan saat keluar kota. "Lebih santai. Kalau capek ya istirahat, sambil belanja kebutuhan warung," ujarnya sambil tertawa.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengakui loyalitas dan kemampuan beradaptasi sahabatnya itu. "Budhi pandai bergaul, jaringannya luas, dan bisa menempatkan diri di mana saja. Makanya saya sering mempercayakan dia untuk hadir mewakili saya di acara resmi," ujar Maesyal, yang juga merupakan teman sekelas Slamet Budhi di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor.
Pesan untuk Generasi Z dan ASN Menjelang Pensiun
Penulis buku, Ayu Cipta, menyebut bahwa buku ini lahir dari kejujuran dan keberanian untuk bercerita apa adanya. "Ada pelajaran tentang disiplin. Tentang bagaimana mengatur keuangan keluarga menjadi fondasi agar bisnis tetap sehat dan bertumbuh," kata Ayu, yang juga menulis biografi "Jalan Panjang Maesyal".
Buku ini juga menyorot hobi offroad Slamet Budhi yang menantang, serta perannya sebagai ayah yang mendorong ketiga putranya—Muhammad Adgifary, Muhammad Nazhari Taris, dan Tezar Maulana Zaky—untuk meneruskan bisnis keluarga. Dengan tata letak kekinian dan ilustrasi yang apik, buku ini dipersembahkan sebagai motivasi bagi generasi Z dan para ASN yang akan menghadapi masa purnabakti.